F*ck It

Kenapa disaat-saat gw seharusnya hepi syalala dumdum ngerayain natal dan menyambut tahun baru 2011 gw malah harus dihadapkan dengan kenangan-kenangan gembel kayak gini. I mean, HELL-Ooow, four years! Hasn't it been enough?!

Entah mimpi lah, omongan orang lah, cerita temen gw lah, sampeee ke status facebook yang tiba-tiba BISA BANGET bikin gw melayang bebas pake parasut ke masa-masa sulit itu. Galau chiiing! Dan menurut pengalaman yang terpadu, galau sendirian itu ga oke. Apa-apaan nih? Kayaknya dulu gw punya paling ga dua temen yang bernasib sama kayak gw. Tapi kenapa sekarang yang satu uda bersuami (calon, perhaps?) dan yang satu lagi sibuk meniti karir?! Ga adil! Kenapa gw masih duduk di depan komputer dan neriakin semua emosi gw di blog? Dammit!!

Malah kemaren-kemaren sempet-sempetnya ada pikiran goblog kayak, oneday if he ever asks for my heart even once I will speechlessly give it away. See what I mean? Gw yakin gw lagi dikuasai hormon estrogen brengsek. F*ck you estrogen. F*ck you man. Stop thrilling in my heart! And head! It's privacy! F*ckit.

xoxo
eVelagigalau!~

Discountholic

Reuni, ajang bertemu kembali teman-teman lama yang karena alasan apapun jarang ketemu. Menurut gw itulah arti reuni. Gw jarang banget memang ketemu temen-temen SMA gw. Bahkan gw sempet bertanya-tanya apakah gw pernah SMA? ataukah semua kenangan itu hanya sekedar khayalan gw? *ngelirik film Inception* *padahal belom nonton*

Well, gw barusan jalan-jalan sama temen-temen SMA ke Grand Indonesia. Ya ya, GI. GI tempat gw dulu nyasar nyariin Blitz. GI tempat gw ujan-ujanan pulang pergi naek buswe. Kasian ya? Ah biasa aja. *plakkk* Tapi tadi gw ga nyasar karena bareng Wina, Panconk, dan Devi. Akhirnya kami (yang tadi bareng gw ditambah Irin dan Yon) jalan-jalan memenuhi keinginan Wina, well mostly. :p So here I met a phenomenon.

Pernah ga liat sebuah barang di Mall yang amat sangat menarik perhatian lo tapi harganya gila-gilaan? Pasti pernah donk. You really wanna buy it, but unfortunately the price is unbelievable. Then one day you came to the Mall and found out that the thing had a 50% discount on it. But still, the price is above average. Will you still buy it?
Some people may, while others may not. And for those who will buy it just because the discount then we can call em a discountholic. It is when you suddenly have bigger desire to buy things that are discounted, though you don't actually want it or need it. Some people think about the chance to have it below the real price without considering the needs and the budget the have. Get it? Well, tadi gw ke Gramedia yang which is lagi diskon 30% on all items using BCA credit card. The result? Mangga dua kalah rame bray. Buanyak buanget tadi orang disana. Buku-buku bertumpuk-tumpuk. Mulai dari novel, cerita anak, kamus, semua deeeh ada disituu. Orang-orang uda ga peduli lagi kemanaa peginya temen atau siapapun yang tadi bareng mereka. Begitu masuk toko langsunggg nyebar kemana-mana kayak kutu. Buku-bukunya juga beberapa banyak yang berantakan gara-gara kesenggol-senggol orang. Untung gw gede jadi ga mati keinjek. *preeeeett*

Sampe segitunyakah orang-orang ngejar diskon? Tadi gw liat banyak yang beli buku lebih dai 10 biji. Ga murah loh. Dan emang penting sih baca buku. Namun gw yakin seyakin-yakinnya kalo harga normal ga akan ada yang beli buku ampe se-khilaf itu. Discountholic? Perhaps. :p

What about me? Apakah gw ikut tergiur diskon? Well, karena buku yang gw inginkan sudah gw beli beberapa minggu yang lalu (damn!) jadi gw ga ada intensi buat beli buku apa-apa. Hasilnya? Gw ke rumah Irin ngubek-ngubek lemarinya dan berhasil meminjam lima novel yang gw inginkan. HUAHAHAHAHA... 

Udah ah ngantuk. Anyway, have a holly jolly Christmas readers. 

xoxo
eVe~


Distraction

First things first, lo harus tau gimana keadaan skripsi gw sekarang. Bab 1 gw belum buat, bab 2 masih kacau pasca di coretnya sepuluh lembar teori yang menurut pak dosen pembimbing itu ga penting, bab 3 gw revisi lagi revisi lagi dan lagi, sisanya sama sekali belum disentuh.

Aaaaaaaaaaaarrrghhhhhh..... dengan tenggat waktu kurang dari sebulan gw harus mengumpulkan softcover skripsi?? ARE YOU INSANE??? *nangis jumpalitan*

Jujur agak sulit buat gw untuk konsentrasi penuh ke skripsi ini. Gw tau skripsi itu penting. Hidup gw selama tiga tahun di BINUS dipertaruhkan disini. Dan karena kami berkelompok jadi gw ga cuma bertanggung jawab atas diri gw sendiri, melainkan juga nasib temen-temen skripsi gw yang tak berdosa itu. Gw ga mau bikin alesan "gw ga terlalu suka jurusan gw" sebagai alesan gw males-malesan ngerjain skripsi. No. It's not me. Overall, Adiprabowo juga uda kerja keras buat bikin programnya, Astriwulandari uda rajin banget nge-translate ebook. Masa gw sia-siain perjuangan temen-temen gw itu? No.

NAMUN, *jegerrr jegerrr*, apalah daya aku hanya seorang gadis manis dan lemah. Mudah sekali tergoda. Aku... aku... akh... *memalingkan muka ala beyonce*. Udah banyak banget hal-hal ga penting yang bisa mengalihkan perhatian gw dari skripsi ini. Sekarang ditambah lagi gw harus menjalani kehidupan khayalan. *sigh*

Dikala saya sedang resah, gundah gulana, bosan, dan susah buang air besar, teman saya datang dengan menawarkan seoonggok (???) permainan seru. Permainan dimana gw harus membuat karakter fiksi dan memainkannya seolah ada dunia dimana karakter tersebut hidup. Mungkin yang banyak dikenal orang adalah Role Playing Forum. Dengan tingkat imajinasi gw yang cukup tinggi, jadilah gw kegilaan main forum itu. *merasa hina*. SALAHKAN SI ASTRIWULANDARI JENDRAL!!! SALIBKAN DIAAAA!!! *guling-guling syahdu sambil menitihkan air mata*

Bagaimana ini? Sekarang saya punya tiga chara (karakter) yang harus saya hidupi. Emang masih kalah sih sama si Astriwulandari. Dia punya enam chara mamen. Ce ka ce ka ce ka~ Aduh abang Klose tolong eneng bang. Gw selalu berusaha untuk mengingat bahwa itu bukan dunia nyata. Seriously, there are many RP'ers that have no lives. They live in their fiction world, living their fiction charas. Gosh. Ini sih ga sehat woi. Semoga gw ga jadi kayak gitu. *ngelirik tiga chara imut di forum sebelah*

End of all, mari kita kerjain skripsi. Next post will be about my thesis. I promise. :p

Smoochy waw waw,
eVe~

S.S.O (Stress Sign On)

Ditengah kesibukan gw yang ga sibuk-sibuk amat ini sungguh sangat sulit untuk mengupdate blog tercinta. So, maafkan penulis blog imut ini yah readers.

Fyi : gw lagi keranjingan main RPF (Role Playing Forum) yang bertemakan kehidupan anak-anak Hogwarts dan yang satu lagi tentang kehidupan anak-anak dewa ala film Percy Jackson. Jadi maafkan kalau postingan kali ini agak-agak tralala trilili kayak buku-buku novel karya penulis amatiran.

Termenung memandangi laptop diatas meja ruang rapat BPPT, gw mengetuk-ngetuk jari sambil memainkan mouse item kecil (untung ga bebulu) disamping gw sambil membuka-buka website-website yang sama sekali ga ada hubungannya sama skripsi gw. *ngelirik takut temen-temen skripsi disebelah*

Gw uda beberapa kali revisi bab 3 skripsi gw dan hasilnya adalah... revisi lagi. Oh my oh my. Kenapa hidup gw penuh dengan revisi? *tsaahh* Beberapa revisi pertama adalah mengenai konten yang ga lengkap, semakin kemari konten-konten bab 3 gw semakin lengkap walau ga semua informasi gw tulis (gw? kami kali va! kami! *plakkk ditabok sil*). Namun eh namun, saat terakhir gw bimbingan, pak dosen imut memberikan revisi yang agak-agak menamparrrrr jiwa ragaku sebagai seorang mantan Editor in Chief sebuah majalah lokal se-HMJ. Kata bapak penulisan gw ga rapi, ga mengalur, dan terlalu teknis. What?! Ya ini kan emang gw harus jelasin mengenai topologi jaringan, kalo ga teknis gimana atuh?

Well well well, tapi apa daya aku hanya seorang mahasiswa cantik dan tak berdaya. Gimana pun juga maksud bapak itu baik, biar skripsi gw kalo dibaca orang awam mereka akan mengerti maksudnya. Jadi, sebagai anak baik, kreatif dan sedang lucu-lucunya ini gw pun mengedit bab 3 bagian penjelasan topologi jaringan sebagai berikut. Enjoy :)

3.2.1 Topologi Jaringan

BPPT, gedung itu berdiri kokoh diantara gedung-gedung pencakar langit yang saling berlomba menerangi Jakarta dengan lampu-lampu kota. Komplek asri yang dihuni oleh dua bangunan saling terhubung ini dihiasi dengan sebuah sungia kecil mengalir yang membatasi dua gedung satu sama lain, ibarat romeo juliet buatan shakespeare yang harus pasrah terhadap nasib yang mempermainkan cinta mereka. Sebuah gambar terpampang pada halaman skripsi ini, lusuh, riweh, penuh dengan cela. Sebut saja gambar hina itu gambar 3.3.

Pada gambar 3.3 dapat dilihat bahwa komputer-komputer di setiap lantai terhubung oleh sebuah hub, benda kotak kecil dengan bolongan-bolongan di satu sisi untuk menyambungkan kabel-kabel LAN dari komputer-komputer usang yang dibeli dengan uang kas negara. Cih, hina. Setelah melewati hub, paket-paket data yang dikirim oleh user lalu diteruskan ke access switch yang tersebar di setiap lantai. Dari access switch, paket data diteruskan menuju distribution switch. Ironi memang, melihat bagaimana access switch menghianati kepercayaan hub dan dengan mudahnya memberitahukan distribution switch semua yang ia ketahui dari hub. Ah, memang benar kata pepatah. Hubungan sepabrik memang sulit dipisahkan.

Memang, distribution switch bukan ipe seorang penyeleweng. Namun kadang disela kepedihan hati dan kekosongan jiwanya, distribution switch sering bercengkrama dengan core switch, sebuah switch tuna susila yang menempati gedung 1 BPPT. Tak anya, gedung 2 pun mempunyai sebuah switch tuna susila lainnya, yang dengar-dengar dari kabar burung bahwa kedua switch tuna susila itu sudah lama berteman. Dasar kumpulan switch hina.

Core, begitu ia akrab dipanggil, akan mengirmkan paket-paket melalui sebuah firewall jika ia ingin mengakses internet. Firewall sang penjaga akan mengecek isi paket tersebut. Layaknya protekom binus yang akan mengeliminasi mahasiswa-mahasiswa yang berpakaian tidak layak untuk masuk ke dalam area kampus. Ah, sungguh membangkitkan kenangan lama penulis saat diusir protekom. Seusai mengecek paket data, firewall lalu mengantarkan paket tersebut ke atasannya di sebuah area teritori yang tidak sembarangan orang dapat masuk, DMZ.

Area DMZ merupakan sebuah area elit cukup sempit yang memiliki beberapa penghuni penting. Sangat disayangkan, hubungan penghuni-penghuni didalamnya tidak bisa dibilang baik. Selama ini hanya firewall lah yang menjembatani komunikasi diantara mereka. Sekalipun ada desas desus yang mengabarkan bahwa ada hubungan spesial diantara Proxy server dan Accelerator, mengingat fungsi mereka saling berhubungan.

Proxy, gadis manja itu, bertugas memberikan ijin akses user ke sebuah website di internet. Sedangkan pria kesepian itu, Accelerator, bertugas memberikan ijin akses website ke user. Berdua mereka saling bekerja sama. Walau tidak pernah mereka berpapasan, layaknya hubungan batin yang kuat, mereka saling mencintai.

Penghuni-penghuni lainnya adalah DNS server, Mail server, dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher). Mereka memilki keunikan masing-masing. Mail server menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkirim surat. Ia gemar menyimpan surat-surat dari teman-temannya. DNS server, si tukang gosip, selalu update dengan panggilan-panggilan baru dari website-website yang ada. Padahal kedua orang tua website sudah susah payah memberi mereka nama sesuai dengan aturan pembuatan ip address. MRTG si pemantau tua, dahulu bercita-cita sebagai agen CIA namun gagal karena fungsinya yang tidak terlalu menjangkau banyak aspek. Sekarang ia bekerja sebagai pemantau traffic jaringan yang ada, dengan topi putih dan rompi kuning menyala.

Begitulah mereka, bagian-bagian jaringan dalam topologi yang membentuk sebuah tragedi ironi kehidupan jaringan komputer BPPT masa kini.


.
.
.


xoxo
eVe~

The Moon Guy

I used to.

I used to fall for someone. Let's call this someone 'the moon guy'. Soon you will know why. :)

He is always warm. At the very first time, I didn't like this kind of guy. For me, men who play with women's feelings are not worth to be loved. And that was him, at the very first time, I labelled.

Soon he made me curious bout himself. I started to interrogate him, why this why that. And as time went by I started to fall for him, unwittingly. I was unguarded for his moon effect.

He is always warm. The more you know him, the more he will always be there in every inch of your life. Just like the moon he could hypnotize people who see him. Just like the moon he always know how to shine a dark night. Just like the moon he entered my life. Just like the moon he's gone.

Just like the moon he has his distance. I couldn't reach him. Just like the moon he always bright. Because of his light I fall. Because of his light I miss him. Because of his light I couldn't keep him for myself. He is too bright for someone to keep. He is too warm for someone to have. He is the moon. The moon who is always share his light for everyone. He cannot be owned.

For anyone who someday will be owner of the moon, I hope you could bear the light and the warmth. Don't be desperate. Don't give up. Don't let anyone steal his light from you. Just like I did, just like some girls did, just to get the warmth of the moon.

He is the moon, who makes anyone owning him should strong enough to keep him.

Now I know, and I learn, for not letting myself fall for another moon guy. Because I am too weak to fight for a love like that, a love for a moon guy.

xoxo
eVe~

Too far to be reached, too bright to be kept.

Days on the Server Room (part 2)

"Saat mengantri busway ke arah Blok M."


Tempat: Halte busway Harmoni. 
Jarak antrian ke pintu gerbang busway : 66 langkah.






"Karena cinta tak harus memiliki."


Model: PA (21) dan SAWR (20)
Tempat : Server room BPPT








xoxo
eVe~

Nyalon

8:38 PM Posted by Eve 0 comments
Cerita bisa dimulai dari mana aja, kapan aja, dan oleh siapa aja. Demikian juga cerita untuk postingan kali ini.

Cerita ini berawal dari seorang gadis manis yang secara tiba-tiba kehilangan rasa percaya dirinya yang dulu begitu besar. Sebut saja gadis manis ini gw. *plakkkk digampar bencong* Gw yang lagi labil ala abg, hari ini lagi males ngomong sama siapa-siapa. Hampir setiap obrolan yang dateng dari bokap dan nyokap gw cuekin. Anak durhaka? Nggak kok. Cuma lagi pms*. Jadilah akhirnya gw tiba-tiba di sore hari yang cerah membawa motor bokap ke salon terdekat saat bonyok gw sedang tidur. Errr... eniwei... Yang nyalon gw, bukan motornya.

Sampe disalon yang baru pernah gw datangi itu gw disambut dengan meriah. Berikut potongan-potongan percakapan saya dengan staff salon (ceileh).

Saat baru masuk...
Banci salon (Yang selanjutnya gw dengar dia dipanggil 'Sasa') : Haai cantik...
Gw : (Merasa pelayanan salon ini sangat baik)

Saat dikeramas...
BS (Banci Salon) : Rambutnya kering yah, dek. Pake dove ya?
Gw: (Senang karena si banci ga manggil gw 'mbak', dan menduga si banci itu cenayang karena tau apa sampo gw.)

Saat di hair mask...
BS : (lagi ada obrolan kutu rambut) Idiiiihh, biarin deh gw jelek yang penting ga kutuan. Jijaaay. Temen saya ada tuh, banci juga tapi cakepan dia (dari saya), eeeh masa kutuan. Hiiihh amit-amit.
Gw : (Mengagumi keterbukaan si banci dalam mengakui kejelekannya dan kebencongannya.)

Saat di pijet...
BS : Kalo sakit bilang ya dek. Ini kamu saya pjet ampe merah-merah...
Gw : (Emang lagi masuk angin sih. Hehehe...)

Saat di keringin...
Mbak-mbak tukang blow : Rambut kamu bagus yah, tebel. Ini sih ga keriting tau. Ini lurus.
Gw : (Berpikir akan fakta, orang ini adalah orang pertama dan, selama ini, satu-satunya yang bilang rambut gw lurus dan bagus. Semoga amal ibadahmu diterima disisiNya, mbak.)

Akhinya gw pulang dengan rambut bersih dan hati tenang. Ga tenang juga sih, gara-gara tadi ngeliat ada kutu di anduk bekas pakai. Jijik. Walaupun seluruh staff salon udah meyakinkan gw dengan sangat bahwa anduk yang gw pake ini anduk baru. Tapi tetep aja gw jijik. Heran deh, hare gene masih ada ajah orang yang ternak kutu rambut. Ya oloh. Hiiiii~...

Ya Tuhan, semoga kutunya ga nempel ke saya. *jadi takut* *garuk-garuk kepala*

xoxo
eVe~

*) pms = pissed at man syndrome.