Tigabelas Desember Duaribusebelas

 *about waiting*

Gw kurang suka nunggu. Nunggu ujan reda, nunggu masakan mateng, nunggu jemputan, nungguin orang yang dateng telat. Tapi yang lebih parah dari nungguin semua itu adalah nungguin sesuatu yang ga pasti. Makanan pasti mateng, ujan pasti reda, jemputan dan temen janjian pasti dateng. Tapi kalo sesuatu yang ga pasti hadir mau sampai kapan nunggunya? Kapan berakhirnya? Apa yang harus dilakukan selama nunggu? Dan pertanyaan bernilai 1 milyar kita adalah... Apakah yang ditunggu itu akan datang? *eaaa*

Jadi apa gunanya nungguin sesuatu yg ga pasti? Bukannya itu cuma buang-buang waktu? Atau cuma semacam gambling? Dan kenapa ini jadi kalimat tanya semua? Emangnya asik kalo nanya terus? Kalo dilanjutin siapa yang jawab coba? *jedugggg ditabok bencong*

Alasan mengapa gw bisa posting tentang menunggu bukan karena lagi galau nungguin someone special. Ini murni semata-mata karena gw lagi nungguin bunda baik hati yang rumahnya searah sama gw. Jadi bisa nebeng. Ga special-special banget. Dan thanks to the falling rain yang membuat gw tambah lancar ngemellownya. Ihiy.

*at the gym*

I do enjoy being alone. Kadang saat sendirian itu lebih asik dari pada rame-rame. Misalnya waktu boker. Ga asik aja selobang rame-rame. Juga waktu ML. Kan ga asik kalo... *plakkkk*
Intinya some moments are sometimes better shared alone. Alone doesn't always mean lonely. I hate lonliness. Sekarang gw sedang enjoy my time at the gym. Tapi kadang untuk beberapa orang sendirian sounds like hell. Ga dosa juga sih ngerasa kayak gitu. But I'm glad I'm not one of those.

*being small*

Hey you small beings. Why don't you look at me and smile?
~heartvoicenotsolongago

Karena gw terlahir dengan 'besar'nya anugrah Tuhan, gw sering kagum sama orang-orang 'kecil'. Literally. Maksud gw, orang-orang bertubuh kecil. Gw sering menyebut sikap ini sebagai 'pemerhati orang-orang kecil' *nyengir*

I'm not alone. Sepengetahuan gw ada juga temen gw yang termasuk pemerhati 'orang-orang kecil'. Jadilah kami mendata 'orang-orang kecil' di lingkungan sekitar. Jangan protes. If you're one of them, mungkin kalian uda masuk itungan sensus kami. *kasi jempol*

*at the TransJakarta*

Pulang dari CL gw memutuskan untuk naik buswe daripada naik mobil aduhai yang bisa jadi casting Fast and Furious bernama Kopaja. Jadilah gw gym part 2: jalan dari CL menuju halte buswe terdekat. Asik. Sampe haltenya pas-pasan sama buswe arah kalideres dateng. Gw pun langsung melompat masuk ke dalem bus dengan gaya Angelina Jolie di film Tomb Raider.

Sesaat kemudian gw mencari pegangan terdekat dan buswe pun meluncur seksi di jalurnya. Mata gw menyapu seisi buswe. Ada yang aneh. Bukan karena isi buswenya itu kesebelasan nasional Jerman. Bukan. Isinya cuma abang-abang bau ketek sepulang kerja. (God! Do I sound like I'm familiar with 'it'? Aarrgh!!) Tapi keanehan itu karena saat gw memandang berkeliling gw disambut dengan tatapan menyelidik dari 1/3 (mas-mas) isi buswe itu. ADA APA INI?!

Gw mulai berasumsi alasan yang memungkinkan. Apakah gw pake baju kebalik? *selidik baju* Nggak. Apa baju gw bolong di ketek? *lirik ketek diam-diam* Nggak juga. Apakah gw pake celana dalam diluar? *lirik bawah* Nggak tuh. Jadi akhirnya gw menarik kesimpulan briliant dari kejadian ini. Pasti karena gw terlalu manis dan kece. Ya you can tell. *rolling eyes, sibak poni, hela napas* *dirajam berjamaah*

*at the bed*

Dan sekarang waktunya gw tidur. Mungkin besok jika beruntung saya akan memposting suatu postingan yang dinanti-nanti pembaca setia... Potongan kejadian bodoh. *nyengir*

Nantikan dan doakan saya mood untuk menulis.


Smooch,
eVe~

0 Response to "Tigabelas Desember Duaribusebelas"

Post a Comment