Pada Awalnya

Jadi, gw sudah mulai menulis naskah drama sejak kelas empat SD. Ga nanya? Ya udahlah ya...

Kerja itu capek. Apapun pekerjaannya dan bagaimanapun bentuk tugasnya. Sejak jadi TP (Tim Promosi) di BINUS gw uda melakukan berbagai macam kerjaan. Mulai dari yang rendah sampe yang high class punya. Mulai dari ngeguntingin poster bekas sampe jaga stand di Hotel Sultan. Semuanya cape. Kuliah cape. Hidup, selalu cape. Ga tau deh mati cape apa nggak.

So, gw uda kerja selama sebulan di sebuah perusahaaan makanan bernama XYZ. Cukup besar. Pertamanya ga ada kepikiran buat kerja disana. Namun di suatu pagi yang cerah, si Jumi, temen gw, nawarin gw kerjaan di tempatnya itu. Jadilah gw nyoba disana bersama si Wati, temen gw yang lain. Eh taunya keterima. Ya uda deh kerja disana. Awalnya sempet sutrisno sama kerjaannya. Biasa. Culture shock. Tapi suasana disana yongkruw banget. Hangat. (tsaahh) Dan orang-orangnya setipe sama gw. (baca: gila).

Satu hal yang membuat gw bertahan disana adalah mentor-mentor di divisi gw yang baik dan penyabar. Sebut aja Upin dan Ipin. Upin yang baik selalu ngajar pake tingkat kesabaran seorang guru TK sekolah luar biasa untuk anak down sindrom akut waktu ngajarin gw. Sedangkan si Ipin selalu menyemangati gw dengan kata-kata bijak waktu ngeliat muka gw lagi dilipet dua belas sambil pasang ekspresi mau bunuh diri. Cukup untuk buat gw kembali berpikir kalau ada sesuatu di perusahaan ituyang bisa membuat orang-orang disana bertahan di tengah tekanan kerjaan yang setara tekanan laut mati itu.

Selama sebulan ini banyak anak baru yang masuk. Dan entah mengapa kami jadi mulai bergerombol. Dimulai dari Mak Oco. Dia masuk hampir sebulan sebelum gw. Jumi, yang emang temen kuliah gw. Wati, yang juga temen kampus paling lama. Terus nempel lagi banyak anak-anak baru, yang belakangan dinobatkan jadi cucu-cucunya Mak Oco, induk semang kami. Bagus, satu-satunya cowo di gerombolan Mak Oco. Terus nambah Uchu, cewe yang paling pendiem diantara kumpulan ayam bekisar yang tak hentinya ngakak (baca: kami). Dan anggota baru yang kami sambit belakangan ini adalah si Chachamarichaheyhey, yang baru masuk kemaren. Tentu aja ada gw, yang imut dan lucu. (dirajam berjamaah)

Smooch,
eVe~

Ini Kehidupan

Fuuuuu~.....

Minggu, di depan lapie tercinta, mandangin keyboard rata yang empuk buat dipencet-pencet, ditemani lantunan lagu Love Me nya Yiruma.

Hidup itu ga gampang dan sangat ga bijak untuk membuat hidup menjadi lebih sulit. Kalo dipikir-pikir, kehidupan yang dikasih Tuhan ke kita itu kayak plastisin (lilin mainan). Kita bebas ngebentuk kehidupan itu seperti apa. Ada orang pasrahan yang membentuk kehidupannya sedemikian simple. Ada orang yang dengan susah payah membentuk kehidupannya sebaik mungkin. Di lain sisi, ada orang-orang yang masih dalam fase berjuang membentuk kehidupannya. Sulit, dan ga semua orang bisa. Jadi apa peran Tuhan disini? Kenapa Dia cuma kasih kita kehidupan yang bisa kita bentuk sendiri tanpa kasih kita clue bagaimana cara membentuknya?

***

Gw bukan seorang yang lemah dan pasrahan. Gw juga bukan orang kuat yang tahan banting. Ada kalanya gw jatuh, diam di satu tempat sampai gw bisa melanjutkan perjalanan gw. Kadang kehidupan terasa sangat mudah dibentuk. Kadang bahkan memegang kehidupan saja sulitnya bukan main. Sekali lagi, Tuhan yang memberkan kita plastisin kehidupan itu. Dalam banyak hal gw bertanya sama Tuhan. harus gw apain kehidupan ini? Harus dibentuk seperti apa? Dengan cara bagaimana? Bingung dan sulit. Ga jarang gw tersungkur karena ga kuat.

Ditengah tekanan kehidupan, gw berteriak sama Dia yang memberikan gw kehidupan. Gw, dengan tangan gw  yang lemah dan hina, ga bisa membentuk kehidupan gw seorang diri. Gw butuh campur tanganNya. Dia, yang memberi kita kehidupan, mendengar dan melihat. Sering Dia ambil tangan gw dan membantu gw membentuk kehidupan itu. Kadang Dia tambahkan hal-hal baru dalam kehidupan gw. Dan selalu, Dia nemenin gw membentuk kehidupan gw.

Tuhan itu baik. Dia baik. Dia ga pernah buat kita gagal. Kegagalan adalah saat kita kurang keras mencoba. Ga gampang. Tapi kita bisa, karena Dia bisa. Saat kita jatuh dan merasa lemah, tekanan ada dimana-mana, inget satu hal. Dia ada disamping kita, siap bantuin kita membentuk kehidupan. Dia bukan Tuhan yang lepas tangan. People, see closer, feel deeper.

Ga semua orang bisa merasakan kehadiran Tuhan. Ga ada yang bisa disalahkan. Ga semua orang bisa lihat apa yang gw lihat dan merasakan apa yang gw rasakan tentang Tuhan. Menurut gw itu ga salah. Mereka cuma kurang peka. Pada intinya, kita yang butuh Dia. Apapun pandangan orang tentang Tuhan, kita butuh suatu kuasa yang lebih besar dari kuasa manusia. Kita butuh kekuatan yang bisa angkat kita saat kita jatuh. Mereka bukan tidak bisa, tapi belum bisa. Dan suatu hari nanti, mereka akan bisa. Ga perlu saling menyalahkan, karena kita yang kenal Tuhan belom tentu lebih baik dari mereka yang ga mengenal Tuhan.

Keep up your life!

smooch,
eVe~

Satu Langkah Kedepan

Congratulations and celebrations to Jeng Feb, Bu Cath, dan Aa Dencut yang uda pada S.Kom semua. Ihiiyyy... Temen-temen gw uda pada sarjana nih ceritanya. Kita melangkah masuk BINUS bareng-bareng, dan kita akan lempar topi bareng-bareng. The point is not how we met or how we'll say good bye, but how great the time we've shared so far. Keep going fellas. Ini bukan akhir, ini awal buat kita semua.

SO!

Gw bukan lagi mahasiswa nih ceritanya. Kalo diinget-inget lagi, uda banyak hal yang terjadi mulai dari awal masuk BINUS sampe sekarang. Dimulai dari POM BINUSIAN yang membuat gw setiap kali pulang selalu nangis. :"> Terus ketemu temen-temen kelas yang selalu bisa gw andalkan sampe sekarang. Lanjut waktu gw keterima di HIMTI sendirian tanpa mengenal siapapun, sampe sekarang gw dikenal dimana-mana. Hahaha... *plakkkk* Banyak kejadian-kejadian bego, indah, lucu, sedih, seru, dan gila yang uda terjadi. Dan itu semua ga lepas dari kenangan-kenangan atas temen-temen gw. Hari ini gw mau berterima kasih buat mereka semua yang sempet ninggalin jejak selama gw jadi mahasiswa...

First, buat dearest Meonk dan Lia. Kawan tempat gw bergila, ngomongin orang, dan belajar apa arti temen sebenernya. Temen dimana gw bisa jadi diri gw sendiri. Sahabat dikala senang dan susah, sehat dan sakit. Guys, tiga setengah tahun ini ga akan jadi begini tanpa cekikikan bareng kalian ngomongin orang lain, diri sendiri, pacar, dan keluarga. Love you guys. :*

me, meonk, lia

Next, tentunya buat anak-anak HIMTI yang gw ga bisa deskrip gimana perasaan gw buat kalian. Mulai dari Jeng Feb yang bener-bener cocok jadi partner in crime dan temen berbagi kentut, ngorok, air mata tawa (lebih banyak karena ngetawain orang), pelesetan gokil yang cuma kami yang bisa ngerti, arti lirikan yang bermakna saat lagi ngomongin orang, curhatan tentang diri sendiri, temen, pacar(nya temen), dan men of our past :">, dan yang terindah, berbagi pelukan hangat tanda selamat dari lubuk hati yang paling dalam. I'll be missing you pal. And all that stupid things that just so stupid to be true. *peluk erat*

me and jeng feb

Ada lagi Cath yang kecil-kecil cabe rawit dan mempunyai pandangan yang sama kayak gw tentang perekonomian Indonesia. Ahiak. XD Dencut yang dulu kosannya jadi tempat gw berlindung dari hujan, panas, ngantuk, bosen, dan saat nunggu dijemput, dan ga lupa selalu jadi tempat pengeksekusian orang-orang yang ulang tahun termasuk gw. Hate yang agak-agak sarap, walau kalau dipikir-pikir gw bingung anak HIMTI mana yang ga sarap. Angkatan 2007 lain yang ga bisa gw jabarin satu-satu tapi uda bikin hidup gw berwarna. Duo teman skripsi gw, Renny singkong, Harryanto yang lugu dan lucu, Ivan temen ngegosip gw, Vic yang baek banget, Pao yang selalu sadar akan kelebihannya sampe orang males nyebutnya (hahaha...), Aine gokil, Trida brengsek (Lo liat tangan guwee!!!Liaaat!!), Neva momot, daaaaan semuanyaa... Thanks guys. :')

my beloved HIMTI 2007

Next, buat senior-senior gw... Chicken dan Bambam yang selalu jadi tempat gw bertanya, bergila, bersedih, berunding soal segala macam hal mulai dari skripsi, hidup, HIMTI, dan karir. Thanks uda jadi panutan gw dan tempat gw teriak-teriak kalo ada masalah. Thanks juga buat skripsinya yang uda jadi pedoman gw nyusun skripsi. Sayang ga bisa ditaro di daftar pustaka. Hehe... You rock guys! XD

Buat boje dan ria juga deh. Gila gila gw ga tahan ga mention kalian. Senior yang kelakukannya sama sarapnya kayak gw. I miss you guys!

Satu lagi yang ga bisa gw lupakan adalah saat gw jadi the only beautiful thing in class. Temen-temen kelas gw yang yohay aduhai cikipriew dan selalu menganiaya gw. Terlebih buat temen-temen yang sekelompok waktu entre: Ivan, Evan, Even, Danu, Toto, Kent. I will surely miss you all. Hiks.

berdiri: even, gw, toto, danu, kent
duduk: evan, ivan, panji

Satu lagi deh, buat si jelek Mike my dearest anak durhaka. Bundo love you sayaangkuu~

me and mike

Udah deh.. kebanyakan entar. Pokoknya buat semuanya, makasih banyakkkk. Sekarang waktunya si gadis imut lucu dan menggemaskan ini untuk terjun ke dunia kerja. Doakan saya ya kawan-kawan. As I pray for you guys also. Friends forever.

The most beautiful discovery true friends make is that they can grow separately
without growing apart. ~ Elisabeth Foley


smooch,
eVe~

Fresh from the oven (homemade)

First thing first,
Thaaaaaaaaaaaaank You Lord Jesus!!! Thanks for the grace, thanks for the love, thanks for the support, thanks for the things You've made. Thanks for friends and family, thanks for every little thing.

Gw baru aja sidang. Tadi, sekitar beberapa jam yang lalu. Atau lebih tepatnya jem 11 kurang. I really really really... Gladfull. Sebelum sidang ya biasalah, disko darurat jantung gw. Sehari sebelum sidang masih sempet-sempetin buat nonton sidangnya Ivan, Evan, Kent (Boong! Orang telat masuk juga yee!). Tadi pagi-pagi belum ada rasa nervous. Ya gw pikir, yaudahlahya mau gimana juga tinggal beberapa jam lagi. But I still hope for the best. Sampe di kampus, adiprabowo sama astriwulandari belum sampe. Beberapa menit kemudian, supporter pertama gw dateng, Lia dan Agnes. Menit-menit berikutnya menjelang sidang, makin banyak supporter berdatangan. Eaa...

Tiba-tiba dari kejauhan, datanglah sesosok mbak-mbak bawa kertas nama penguji. Perut gw serasa digiles-giles rolling stone. Pas tau yang nguji kelompok gw itu salah satu dosen bertampang malaikat berhati (maaf) iblis, gw langsung ngeper. Tiba-tiba pengen beramal, membantu nenek, mendonorkan darah, dan mengaku dosa. Jadilah gw dipanggil maju. Ternyata beliau duet sama dosen sisop (Sistem Operasi) gw dulu. Dosen sisop gw baik sih. Baik banget malah. Ga masalah? Kata siapa? Justru gw yang ga pernah kasih kesan baik dimata dia. HAHAHA *bego* Dulu tiap masuk kelas sisop pasti telat, ga pernah ikut kuis tapi tiba2 ada dibagiin kertas jawaban kuis atas nama gw (makasih buat yang waktu itu ngebuatin kuis gw :* ), dikelas uda cewek sendiri, duduk paling belakang, ribut pula. Aduhai. Just before the sidang, gw uda ga bisa mikir apa-apa lagi. Jelek ga bisa, baek juga ga bisa.

Masuklah gw pas sidang. Gw yang presentasi. Sempet heboh salah ngucap open-source jadi open-house. Miriplah, sama-sama open. Terus gw duduk di tengah memisahkan dua sejoli. Pertanyaan pertama dari pak doski (dosen killer) (yang dengan hinanya ngegoogle ebook LDAP pas gw lagi presentasi!!).

Doski : Wah, kalian uda jago donk ya LDAP.
Gw : (pasang tampang: "Hah, kecuiiilll") (dalem ati: "nggak.")

Dan pertanyaan-pertanyaan berikutnya ditujukan ke adiprabowo. Gw gatel pengen jawab. Soalnya kalo pertanyaan LDAP diabisin sama adiprabowo, gw bakal dapet tentang RADIUS yang akan membuat gw memilih makan iga bakar super pedas Lekko tanpa minuman daripada dikasih pertanyaan itu. Untungnya nggak. Gw ga tenang banget duduk disitu pas doski masih nanya-nanya. Rasanya kayak terserang ambeien. Masuk ke pertanyaan pertama buat gw, "Apa itu direktori?" Mulus. Gw jawab dengan tidak lengkap. Dan begitu sampe di astri wulandari pun ga dijawab dengan cihuy. Lewat satu. Pertanyaan berikutnya,

Doski : Coba ceritain historinya LDAP.
Gw (masih bertampang "Haah! Kecuuiiilll") : Gini Pak. Dulu...blablabla
Doski : (manggut-manggut dan senyum-senyum gemes (baca: pengen ditabok) ) : Oke, sekian dari saya.

Whatt??? Selesai?? Sumpe loo?

Gw kaget magap-magap sekaligus pengen jumpalitan seneng. Segini duank? Owkey. Lanjut ke dosop (dosen sisop).

Dosop (kasih pertanyaan) : Coba Sylvia jawab.
Syl : Blablabla...
Dosop : Betul, Eva?
Gw : Betul, Pak.
Dosop : Oke, pertanyaan berikutnya. Blablabla. Coba dijawab Panji.
Panji : Blablabla Pak...
Dosop : Kalo pendapat kamu gimana, Eva? Setuju?
Gw : Setuju Pak.
Dosop : Untuk Sylvia. Apakah blablabla ini blablabla?
Gw : (buka mulut pengen jawab)
Dosop : Kamu sabar dulu, Eva. Kamu kan mahasiswa saya.
Gw : (TERUS KENAPAAAA????) Hehehe...

Hasilnya? Gw ga ditanya sesuatu yang bermakna. Dan sidang pun selesai. Gw cuma bisa celingukan tak percaya. Ini gimana nilai guweeeeh?

Tapi yang namanya rencana Tuhan ya boo, emang ga bisa diperkirakan. With the power of belief and prayer, gw dapet B straight. Along with adiprabowo, astriwulandari, semua yang tadi disidang. Cuma satu yang dapet A, dari kelompok aslab. Gw senengnya bukan main. Bisa lo bayangin sebelumnya gw kayak dikasih tau kalo gw bakal disidang singa dan gw ketakutan. Tapi kalo Tuhan bilang Dia mau bantu, Dia akan buat si singa sekalipun jadi anak kucing. Damn, He is good. XD

So, gw sukses jadi sarjana sekarang. Perkenalkan, Eva Kusmiyati S.Kom siap membantu anda. (Yahelah kok jadi frontdesk?) Makasih buat mama buat doanya yang luar biasa. Buat papa juga. Buat temen-temen gw terutama yang tadi nonton sidang gw (meonk, lia, agnes, rudy, cath, dencut, jeng feb, hate, jono, memet, eby, harry, renny, dan lain-lain yang gw ga engeh ada disitu tapi tetep menberikan dukungan moril dan spirituil bagi si gadis imut ini.). Makasih buat dukungannya dan doa-doanya. I can't make it without you guys! Makasih foremost buat Panji Adiprabowo S.Kom yang uda jadi teman dan tutor luar biasa buat gw dan Sylvia Astri Wulandari S.Kom. Buang Neng Syl juga karena uda dengan sangat rajin ngedit, ngarang, translate, dan begadang buat skripsi ini.

Dan pastinya buat The Almighty Lord Jesus Christ. Tuhaaaannnnn, YOU ARE SO KEWL!!

Peluk cium,
eVe~ (S.Kom)
XD

Adiprabowo - Me - Astriwulandari
Friends (:

What the friggin heck am I doing here anyway?

Judul yang panjang dan sangat random. Baru saja gw copas dari status wire gw. Duh?

Jadi gw bingung mau mulai mulis darimana. *tarik napas* Belakangan ini banyak hal yang berseliweran didepan gw yang pengen gw rekam. Unik, menarik, dan ga penting. Gw banget. Misalkan kemaren ini waktu gw pulang les. Biasanya mobil jemputan gw yang ramah lingkungan dan berkapasitas 85 orang itu sepi saat menjelang ja 8 sampai tutupnya, jem 10. Tapi entah mengapa si mobil kuning beratap merah yang ada gambar elang bondolnya itu ramai padat merayap dempet-dempetan waktu hari senen kemaren. Padahal uda jem setengah 10. Ajegil herannya gw. Terpaksa gw mesti beradu pantat dengan penumpang lain dan menahan iman melawan bebauan syahdu yang gw curiga bersumber dari ketiak berbulu segerombolan mas-mas disana. Selidik punya selidik, terjawablah keanehan itu semua. Besokannya gw pulang jem segitu juga, kebetulan sama mbak-mbak berukuran mini. Terus gw komentar keheranan kenapa jem setengah sepuluh aja masih penuh gini, si mbak menjawab dengan logat jawa kentel kayak kecap, "LHa iya, ini tangGal muDha. PaDha BelanJa Dulu." (penekanan logat pada huruf kapital.). Ooooh, gitu tHooo....

Nungguin sidang itu ga asik. Sekarang sih masih tenang-tenang aja belom baca-baca skripsi. Tapi kalo ngeliat temen-temen yang uda pada S.Kom duluan tuh rasanya gemanaaa gethoh. Kemaren ini gw ada pegi ke Matahari buat nyari kemeja putih tangan panjang buat sidang. Terus pulang dengan tangan hampa dan hati terluka gara-gara kemeja Cole ukuran xxl nya ga muat sama gw. !@#%$#... Pasti ada kesalahan pada kemeja tersebut. *angguk-angguk*

Jadi apa kabar sidang gw nanti ya? Kemeja putih pinjaman dari Lia pun membuat gw tampak kayak lepet. Belom lagi rok yang waktu itu gw beli, item sih, tapi panjangnya membuat gw sampe ga bole masuk kampus waktu itu. Protekom sialan. Auk deh ah... *kesel sendiri*

Smooch,
eVe~

belum lima menit

4:38 PM Posted by Eve 0 comments
27 menit menuju tengah malam. Besok gw ada uas inggris jam 8 subuh. Dan kalo gw ga tidur sekarang, kemungkinan gw ikut ujian inggris jem 8 subuh itu setipis lembaran kertas kuarto 80gr merek paper one yang gw beli di Carefour.

Kemaren-kemaren ini gw baca blognya si chaosatwork.blogspot.com yang udah dimuat di buku My Stupid Boss. Bukunya uda sampe jilid ketiga. Gila, bisa nyaingin buku Computer Networks karangan Tanenbaum yang uda terbit empat edisi. (Maaf, sindrom nungguin jadwal sidang.- Red) Ceritanya lucu-lucu. Walau kadang bahasanya agak berlebay'an, tapi bolelaa. Dan gw sangattt sangattt suka postingan yang dia kirim surat ke Bella Swan. Jangan ada bajai diantara kita? Seriously? ROFLMSAOLSJJ (Rolling On the Floor Laughing My Sexy Ass Out Loud Sambil Jumping Jumping)

So, gw yang udah kecemplung  di 2 RPF berbeda alam ini akhirnya berakhir dengan punya tiga karakter yang gw hidupi. Kadang ada yang mengganggap gini, buku adalah tuangan ekspresi penulisnya. Pernah baca bukunya Dee Lestari? Nah, gw belom pernah. *plakkkkk* Maksud gw, ada yang bilang kalo cerita yang ditulis oleh penulis itu sebagian besar, atau kecil atau separo-separo mirip martabak, itu mengisahkan kehidupannya. Bisa jadi kan? Tapi untuk novelist fiktif sekelas J.K Rowling gw ga tau deh itu gimana ceritanya. Gw ga pernah berpikir gambaran tiga karakter gw itu bagian dari diri gw sih. Ya kan gw ga mungkin juga punya kekuatan sihir, kaya raya, dan diaku sebagai anak dewa. Right?


[FYI: ternyata banyak hal terjadi hanya dalam waktu semalaman. Postingan diatas adalah postingan yang gagal gw publish tanggal 31 Januari silam. Tsaahh silam... Sekarang baru gw publish. Basi sih. Gapapa deh. Masi bisa dinikmati walau postingannya ngambang.]

Smooch,
blogger-hina-yang-telat-posting-dan-postingannya-ngambang-ga-jelas

eVe~

I Think I Wanna Marry You

Fuaahh...
Oke, mari kita mulai postingan kali ini dengan kenyataan bahwa gw memang tidak ditakdirkan bersanding manis dengan high heels. Dank.

Cape banget baru pulang dari kondangan sepupu gw. Ga deket sih. Tapi masih sepupu dari sisi bokap. Gw pake turtle neck terusan selutut motif batik warna coklat, tangan buntung, jadi gw sukses mamerin gelambir-gelambir lemak di lengan. Clutch bag warna emas minjem dari nyokap. Heels 5 cm warna item yang dulu gw beli buat dipake kerja kalo lagi ditugasin jaga expo BINUS School. Make up... ya standart lah. Alas bedak yang gw beli waktu Oriflame lagi diskon gede-gedean, bedak Revlon punya nyokab yang yoi banget dipake (mungkin karena nyokab yg beli, bukan gw. Efek siapa-yg-keluarin-duit itu ngaruh loh kawan.XD), blush on sama eye shadow coklat muda punya cc. Ya mau gimana lagi, gw kan ga punya peralatan make up. Tar deh tunggu uda kerja baru gw bebelian. *pelacur, pelan-pelan curhat*

Ehem, karena ini bukan fashion blog jadi cukup yah deskripsi gw. Dan gw juga ga berminat ngomongin gimana fashion yang dipakai orang-orang di kondangan itu. That is so not me. *menyibakkan rambut dengan seksi*

Mmmkay, so... my other cousin is married. Fyi, gw anak keempat dari empat bersaudara yang tiga diantara kami udah pada merit dan punya anak-anak super lucu dan bandelnya aduhai. Jadi gw, yang imut dan lucu, selalu jadi bahan pergunjingan keluarga. Kapan si eva kawin? Eva uda punya pacar? Pacar mu uda dateng, Va? Be... Belom... Belom punya maksudnya. Ngeeekk... :|

Hey, people. I'm 21. They talk to me like I'm 30 something. Dank. Hidup gw masih panjang dan masih akan gw isi dengan mengejar mimpi dan karir. Bukannnnn berarti gw anti pacaran. Tapi... hell-oooww people, I'm not gonna marry soon. Walau Kim Bum dan Klose ngantri buat kawinin gw, gw tetep pengen berkarir dulu. Ngerasain gimana nyari duit dan dipake buat nyenengin bokap nyokap. Kan sekarang gantian waktunya gw membiayai mereka. *edisi anak soleh*

Dan ini apa-apan siiihh temen gw tiba-tiba ngomongin skripsi. Setop plis setop. Untuk sisa hari ini yang tinggal 30 menit lagi gw puengeeenn banget ga ngomongin skripsi. (padahal niat kumpulin soft cover hari rabu :|) Mood ilang mood ilang. Sampai ketemu di postingan selanjutnya tentang cerita skripsi gw. *sigh*

Tambahan:
Oyaaa, tadi di pesta kan ada champagne toast. Jadilah gw ngesot-ngesot ngedeketin gelas-gelas lonceng yang betumpuk-tumpuk nunggu disirem champagne. Pas ngelirik-lirik dua botol yang bertengger dimejanya, ternyata tulisannya Red Wine. Wuiii makin semangat donk gw. Abis si penganten nuang tu merah-merah ke dalem gelas-gelas, para pelayan hotel nya mulai ngedarin buat dibagi-bagi. Gw ambil satu, dengan perasaan bergejolak senang (ber.ge.jo.lak?) Eeeh pas gw sruput... bleehhh... sejak kapan red wine bersoda? Ini red wine apa fanta? Ih, hina. x(

smooch~
eVe~