Sampah

VA!

Ya ampun Tuhan Yesus, Vaaaaa!!! Kok lo ga berubah sih dari duluuuu???? Cupu lo!!!!


#jedotinpalaketembok

Tentang mata (dan sekitarnya)



"Kalo punya cewe, harus dilihat langsung dimatanya."
~ seorang teman yg merasa dirinya cassanova (penakluk wanita).

"Gue ngerasa dia juga ngeliatin gw."
~ seorang teman yang sedang naksir cowo secara diam-diam, sambil tersipu.

"Karena dia emang ngeliat lo. Tapi ya udah, cuma liat."
~ gw, menanggapi pernyataan teman diatas, sambil cuci tangan setelah buang air besar.

"Dia punya mata, bisa dan boleh liat apa pun dan siapa pun. Ga harus ada intensi khusus ngeliat gw."
~ gw, saat mencoba munafik terhadap diri sendiri. Ps: 'dia' disini adalah orang yang berbeda dari yang dibicarakan teman saya. Tenang, saya bukan backstabber.

"It's sad to know that someone looking at you is not looking for you."
~ status FB beberapa bulan lalu.

"Jangan ngeliat gw lagi! Ngerti ?!"
~ gw, berkata pada boneka marmut lucu berpunggung bolong yg sedang menatap lunglai gw. Efek galau.

"Pipi lo lucu deh. Kalo lo punya cowo pasti seneng pegang pipi lo."
~ cowo yang berhasil membuat gw senyum-senyum selama beberapa hari, efek samping dari kata-katanya.

"Whom do you looking (for) at?"
~ status Twitter beberapa menit yang lalu, saat mulai penasaran akan sesuatu.

"Coba lo ajak ngomong, Va. Siapa tau beneran gagu."
~ seorang teman curhat yang penasaran tidak pada tempatnya.

"Jangan sms koko. Whatsapp aja. Bisa kan install Whatsapp? Hari gini mah ga mainan sms."
~ gw tau ini ga ada hubungannya sama mata dan sekitarnya. Tapi pengen aja masukin kata-kata koko gw yang selalu membuat gw takjub akan ke'norak'annya.

"Kenapa sih kebanyakan cowo ngeliat cewe dari luarnya aja?"
"Karena matanya lebih besar dari otaknya apalagi hatinya."
~ Seorang teman dan saya, saat sedang melacur (melakukan curhat).

"I kinda like it your way, how you shyly placed you eyes on me."
~ Faye Wong, Eyes on Me.


Smooch,
eVe~

Truly Madly Deeply

Terkadang memaafkan orang lain lebih mudah dari memaafkan diri sendiri. Dan jujur terhadap orang lain lebih mudah dari jujur terhadap diri sendiri. Sekarang bagaimana cara untuk mempermudah hidup jika saat harusnya senang lo malah biasa saja. Disaat seharusnya biasa aja lo malah sedih. I call it self control anyway. But sometimes this self control is annoying.

Walking through an alley once in the afternoon, a pair of eyes were staring at me. I had no courage to stare back. I lost the courage actually. He who's standing there had no idea on how much I wished for him. He didn't know. He will not know.

But I knew. I know. I just can't tell myself. You know how difficult it is to tell you're self that you deserve honesty?

Mungkin ini satu quotes yang tepat untuk keadaan seperti ini, "Those who scare to fall are not deserve to love."

Orang yang takut terjatuh tidak pantas untuk merasakan cinta.

Smooch,
eVe~

saya bukan norak

"Kalau karma adalah kerupuk, maka gw adalah mbak-mbak
Platinum yang nawarin welcome snack."

Mungkin itu kata-kata yang tepat buat kondisi saat ini. Bukan kondisi gw. No, kali ini gw bukan pemeran utamanya. Sudah cukup donk ya saya patah hancur remuk hati ini karena kebodohan saya yang kebanyakan karena saya kurang kontrol diri. Dalam hal ini kontrol mulut. Ya. Terima kasih. Sekalipun saya sudah berkali-kali main debus hati, namun pada faktanya saya hanyalah wanita biasa yang bisa juga hancur. ini kenapa saya jadi curcol ala esmelda? Mari hentikan sebelum postingan kali ini jadi curhat labil rosalinda jaman abg.

So, pertanyaannya adalah mengapa karma itu kerupuk? Kenapa harus Platinum? DAN KENAPA GW MESTI DIPANGGIL MBAK?

Oke ga penting. Intinya gw udah kapok sama karma. Dan mulai mencoba untuk bisa menahan diri dari omongan dan perbuatan yang kira-kira BAKAL nunjukin kekarmaan. Ya ga? Ya donk. Ya kan? Pastinya. Jadi gw sudah bilang juga ke orang-orang sekitar gw soal karma-karmaan. Jeung, ati-ati karma. Neng ati-ati sama omongan. Nek, inget umur.

Dan satu lagi NGETIK POSTINGAN DI BEBE ITU SALAH BESAR! So see you around readers. Gw muak sama ni kipet segede upil.

Smooch~
eVe

Curngatrangtatunet - Cucur Hangat Seorang Wanita Tuna Internet

KANGEN NGEBLOOGG...... KANGEN SEMAMPUS MAMPUSNYA!!!

Dikala hati resah dan gelisah ini gw akan mengabarkan kepada kalian semua hai para durjana, gw udah putus sama inet gw. Bukan maksud eneng ga cinte ama abang Speedy. Tapi sorry bang. Jarangnya intensitas kita ketemu membuatku serasa jauh darimu. So close but yet so far bang. Aku merindukanmu namun maaf kau tak dapat kusentuh. Apa daya kelelahan merenggut sukmaku. Seharian dikantor aku diperah (sapi kali?) habis-habisan sampe kurus kering begini. Dulu aku semok, bang. Sekarang aku... tetep semok sih. Ah, ya sudahlah. Abaikan saja.

Sekarang jadilah gw bagai kembang desa yang hidup ditengah-tengah kawah primitif gunung visuvius. Walaupun gw ga tau apa itu gunung visuvius, tapi dari namanya bisa disinyalir bahwa itu adalah sebuah istilah yang menggambarkan keadaan susah buang air besar, perut kembung, mata bengkak, dan gelora bergejolak labil karena tidak bisa berintenret ria. Gw serasa hina karena ga bisa eksis dalam dunia jejaring sosial. Bahkan gw hampir melupakan berapa jejaring sosial yang gw punya. Hah.... Hina. Aku ga eksis baaaaang... Ga eksisss... Mau makan apa anak cucu kita bang kalo aku ga eksis??? *terisak anggun*

Saat ini hanya ini yang bisa gw tuliskan di halaman blog ini. Karena mama ku yang cantik walau gendut meminta gw pulang. Good bye internet, good bye J.Co, good bye to you my trusted friend, we know eachother since we're nine or ten. Huh.... Sayonara. Keep fungky readers. Aku padamu.


Smooch,
eVe~

Evanensis Kusmiatus

Kangen nulis. Selana ini susah banget buat nulis karena ga ada waktu. Sekalinya ada waku, ga ada tenaga yang tersisa buat buka lapie abis pulang kerja. Sedih bener hidup gw.

Satu fakta miris dari kesibukan gw yang semakin mencekik ini adalah gw bahkan ga tau ada film apa di TV. Gw bisa banget seminggu ga nonton TV. Dan hampir lupa gimana cara kerja remot TV. KAlo lama-lama begini gw bisa kembali ke jaman purba. Evanensis Kusmiatus. Kurang jelek apa coba tuh nama?

Gw uda lama ga nulis blog karena berbagai alasan diatas, dan begitu punya kesempatan nulis gw malah bingung mau nulis apa. Tapi kangen aja pengan nulis (or in this case, ngetik.). Waktu itu gw sempet bikin ID Tumblr yang sekarang udah gw delete karena ga punya waktu buat ngurus blog dan tumblr sekaligus. Well, alesan lainnya adalah karena gw sempet lupa password Tumblr gw. Akhirnya gw reset dan gw putuskan untuk mendeletenya demi mengurangi beban ingatan jangka pendek gw.

Speaking of kerjaan, kerjaan apa sih yang ga bikin stress? Salah. Gw harusnya nanya, manusia hidup mana yang ga pernah stress? Di umur yang masih belia ini wajar lah ya kalo gw punya impian sebanyak bintang-bintang di langit temaram. Dulu sebelum gw tau gimana rasanya cari uag, gw pikir semua impian gw itu akan mudah untuk digapai. Apa sushnya punya CRV putih, rumah modern minimalis di perumahan sistem cluster, handphone terbaru yang lagi in, dan menikmati semua makanan yang ada di dunia tanpa sakit perut mikirin harganya? Apa susahnya? Banyak.

Pertama, sumber dari pemenuhan kebutuhan dan impian gw di atas itu adalah uang. Dan earning SOME money to make those things come true is definitely NOT EASY. Gaji gw sebulan ga besar. Dan tanpa gw sadari pengeluaran gw dalam sebulan hampir mengikis seluruh persediaan gaji gw. Kalo ga irit bisa-bisa gw ga ngantor gara-gara ga ada ongkos. Seriously. Memang ada sebagian kecil yang bisa gw tabung untuk hari tua (tssaaahhh!) Tapi uang segitu kalo mau dikumpulin buat beli CRV, rumah, handphone, dan makanan mewah??? Mungkin waktu yang diperlukan sama dengan waktu yang diperlukan sterofoam Hoka-Hoka Bento untuk berdegradasi dan berubah menjadi minyak bumi.

Bukannya saia tida bersyukur, Saudara-saudara. Gw cukup bersyukur tentunya. Gimana ga bersyukur kalo setiap pagi bisa ikut renungan, tiap Kamis bisa ikut PD, tiap Jumat ada PA, dan tiap Minggu masih bisa ke Gereja. Cuma hal-hal itu yang bisa membuat gw kuat bertahan dan tidak pernah  hilang pengharapan. Dan well, gw berharap kita semua bisa melihat hal besar dari setiap hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan kita. Bijak? No. Cuma berusaha untuk tegar.

Cos in every dark cloud there's a silver lining.

smooch,
eVe~

Fakta tentang anak kecil

Hah, anak kechhill. (Bisa bayangin preman retarded yang lagi angkat kepala, lipat tangan, dan memandang sipit-sipit anak kecil ingusan yang lagi ngemut lolipop? Nah, mohon baca kalimat tersebut dengan nada itu. -Red)

Speaking of anak kecil. Kita dulu juga pernah kecil. Bahkan gw. If you may believe. Pernah inget ga gimana caranya kita belajar memahami kata? Kayaknya susah ya. Memori paling jadul yang pernah gw inget soal masa kecil gw adalah gw yang gendut, montok, berumur 3 tahunan, lucu, imut, dan menggemaskan lagi guling-gulingan di kasur sambil ngitung satu sampe sepuluh. Dan yang sukses gw ucapin adalah satu, dua, tiga, tujuh, lima, delapan... blablabla. Gw kira nyebutin angka boleh bebas. (lo kira sulap! -Red) Jadi gw sebutin aja angka yang gw inget. Akhirnya nyokab ngasih tau fakta kehidupan, bahwa angka-angka itu urut. Begini kira-kira kata nyokab, "Angka itu urut, Bego!"

Times fly damn fast without our notice. Dan sekarang umur gw udah 21 tahun setengah lebih dikit. Uda punya banyak keponakan, membuat gw merasa dewasa. Tssahh. *ngenyot es kiko*

Keponakan gw unik-unik. Dan dari mereka, gw belajar mengetahui fakta gimana caranya manusia belajar untuk bertahan hidup. Yaitu dengan meniru. Otak manusia kayak program komputer. Mereka dirancang untuk mengco-pas semua hal yang mereka lihat, dengar, rasa. Ibarat di MsWord, otak manusia mendokumentasikan semua hal itu, terus kasih kata kunci di setiap file. Contohnya, file ngangguk-ngangguk punya kata kunci 'mau?'. Get what I mean?


Model: Lala (1 tahun seperapat)
keyword aksi
nyamuk nepokin tangan sambil celingukan
mau (jika iya) angguk2 sambil manyun, (jika tidak) geleng2 heboh
mata genit kedip-kedip dua mata sekaligus (Anak kecil cukup adil memperlakukan kedua belah matanya.)
lala mana pegang dada (dada sendiri, bukan dada orang lain)
Model: Ibet (1 tahun hampir 2 tahun dikit lagi)
nakal buka pintu gudang (maksudnya, anak nakal harus masuk gudang. Murni ajaran omanya. Bukan karena inisiatif si bocah.)
guguk bersuara, "ssssttt" (dia takut anjing, ya knoow.)
papi pulaaang lari ala agnes monica ke arah pintu
jeruk "Acem" (kesan pertama tak terlupakan mungkin)


Banyak lagi keponakan gue yang lucu dan konyol aksinya. Ga tau kenapa. Mungkin uda turunan. 

xoxo
eVe~