Hello blog!

Omygoodness. First of all gw sempet kaget begitu liat last post gw di blog ini adalah DUA TAHUN YANG LALU SAUDARA-SAUDARA! Dan hal kedua yang bikin gw kaget... GW LUPA CARA BIKIN POST BARU DI BLOGSPOT. MWUAHAHAHAHA...

Oke. Gw sukses masuk dalam kategori blogger hina. Sekian.

Dua tahun bukan waktu yang singkat buat di sum up dalam satu postingan blog. Banyak banget hal-hal yang terjadi dalam hari-hari gw. Hal-hal yang mengubah gw secara pribadi. Dan mungkin, mungkin, akan berpengaruh pada warna tulisan gw. We'll see...

Dan kemudian di tahun 2014...

2014 gw berjalan amat-sangat-teramat berat. Selain dalam hal pelayanan gw dipercaya untuk menjabat jadi ketua kesi pemuji, di kantor pun sedang terjadi pergolakan besar sepanjang masa tenang gw bekerja di perusahaan ini. Mari kita kupas sejenak...

Ketua kesi pemuji. Gw bukan tipe koleris yang senang memimpin secara alamiah. Gw juga bukan tipe orang yang bangga akan posisi atau jabatan. Prinsip hidup gw cukup simpel, selama gw bisa hidup damai dan tentram maka gw akan bahagia. Prinsip ini jelas akan ditentang oleh kaum motivator yang sering gembar-gemborin soal passion, struggle, success, walk extra miles, and what-so-ever. But sorry dudes, I don't mean to say all of those are not okay. But somewhere out there, may be in the corner of every place, there are people - like me - who really don't give a damn about climbing the ladder of success. We just want to live. Peacefully. End of topic.

Kembali ke masalah ketua kesi. Well, that's a big deal for me. Dimana gw harus membawahi orang-orang "lama" dengan pengalaman pelayanan berjuta-juta tahun. #iyahlebay Tapi tetep aja ini tantangan yang bikin gw jatuh bangun babak belur buat jalaninnya. Mulai dari deraian air mata yang ga abis-abis, miskom sana sini, gesekan si ono dan si ini, dan ah... drama drama drama. Cukup capek jalaninnya. Rasanya kayak gw lagi ada diujung tebing lalu Tuhan minta gw loncat ke jurang. Kalo pake akal sehat gw jelas akan menolak karena gw tau gw pasti akan mati, minimal gw bisa terkenal karena akan masuk di headline news berita, dengan tidak bernyawa. Iyuh. Coret. Tapi gw pernah bilang sama Tuhan gw akan setia. Maka ketika Tuhan suruh gw loncat, walaupun dengan ketakutan disekujur kehidupan gw, ketidakmampuan gw dalam mengatasi hal-hal yang akan terjadi ketika gw loncat nanti, air mata dan luka-luka yang ada saat ini dan yang akan ada nanti... gw tetap meloncat. Gw cuma pegang satu iman, kalau Tuhan suruh gw loncat berarti Dia udah siapkan segala hal yang gw butuhkan agar gw tetap selamat. And HE is faithful.

Dan voila... terlewati.

Gw akan skip masalah kantor ya. Kayaknya akan ada satu topik besar untuk gw posting tentang ini IN HIS PERFECT TIMING. Yach... apasih.

Begitulah dua hal cukup besar yang terjadi selama 2014. Cuma untuk bisa disoroti aja. Well, hal-hal itu diluar hal-hal mejik semisal Lala udah beranak, anaknya cewe montok lucu namanya Kimmy. Trus Ices juga udah beranakin bayi lelaki gendut bernama Kiev yang mirip banget mukanya sama bapaknya. Defi is having her first pregnancy finally. And oh, Vita masih jomblo, good news masih ada yg nemenin gw HAHAHAHA. Nevertheless, so much things happen in 2014.

Places I went...

Hmmm... trip gw di 2014 kali ini cukup deket-deket. Bandung banyakan. Dimulai dari (AKHIRNYA GUWEH IKUT) KONVENAS di Grand Hotel Lembang. I learned a lot there, about the heart to serve God and the heart I've been looking for. :) Kemudian ada refreshing tim di Villa Istana Bunga Lembang. Kita juga jalan-jalan ke Dusun Bambu waktu itu. Lembang again yang akhirnya membuat gw kangen sama rinde jahe umi bandung yang kami kunjungi di dua event itu. I miss the ronde jahe, the cold weather, and the person I went with. *uhuk* Next, gw juga sempet ikut retreat PLB di Lembah Karmel Cikanyere Puncak sama beberapa teman sepenyakitan. Haha... it was fun though.

Well that was my 2014. With a lot of strugle, a lot of process, a lot of new things happen.

To end this post, here are some pictures... :')



Start on March 2014 I joined Sekolah Pujian Bina Insani, which change my WHOLE LIVE in worshiping God.

Outbound di acara Worshiper Weekend 'The Calling' at Sawangan Golf Resort Depok. I will never forget this moment!

Jalan-jalan refreshing tim ke Dusun Bambu Lembang.

Konvenas 2014. No words can describe this. :)

My first out-of-house serving. Dapet kesempatan bawaain lagu syukur di Worship Night inagurasi SPBI angkatan pertama. Thank God!

Here are SPBI angkatan pertama. Woohoo... 

Akhir 2014, baksos ke Panti Asuhan dan Rehabilitasi Medis Bhakti Luhur untuk autisme dan downsyndrome.


And the last hello goodbye...

Good bye Kesi Pemuji 2014. Thank you for being part of my 2014.

Hello Kesi Pemuji 2015. Let's rock the house. :)



Happy (verylate) Holiday :D

So here it is peeps. Gw baru aja pulang dari 4-day-trip ke ujung kulon yang which is selama 24 tahun ini gw pikir di Lampung, ternyata ujung kulon itu di Banten. Maafkan peta buta saya yang benar-benar buta. Ihiikihiikihiik..

Gw pulang dengan luka-luka di kaki. Adventurous banget keliatannya. Mulai dari luka kena karang pas lagi jalan-jalan di karang bolong, luka kena baling-baling kapal pas lagi loncat keluar kapal dengan gaya Angelina Jolie, sampe luka dicupang ubur-ubur manja di paha. Demit. =.= Well, so far it was much better than ngabisin libur lebaran jadi banci mol sih.

Berangkat Kamis malem ngumpul di basecamp Kristo. Gw ampe linglung ini bener ga ya pegi. Secara uda jam 9 kok sepi banget. Ternyata kebiasaan ngaret orang Indonesia itu lebih dalam dari lubuk hati seorang gadis galau ya. Disuruh kumpul jam 9 karena mau jalan jam 10 dan 80% peserta sampai di basecamp jam 9.55. Oyeah. Perjalanan dari Jakarta ke Desa Sumur (Banten ujung) sekitar 6 jam. Jalanannya itu loooh beeeuuuhhh.... Kayak lagi naik jet coaster di Dufan. Hampir gw gelinding dari tempat duduk saking goyang kiri goyang kanan rem mendadak gas ngacir.

Sampe di Desa Sumur kami pipis masal. Maklum, 6 jam perjalanan boo. Desa Sumur mirip kayak pelabuhan Muara Angke. Tapi ada satu hal yang luar biasa indah menarik perhatian gw. Jam empat pagi, langitnya masih gelap bertabur bintang. Fan-tas-tikooo!!! Twas like star field yannow! So bright on a very dark sky. Sweet. Shiny. Beautiful. Langit terindah yang pernah gw lihat selama gw hidup. Sayang banget gw ga ambil fotonya buat dipajang.

Dan sampailah kami pada trip yang paling gw ga suka. Naik kapal laut. Sebelumnya gw ngobat dulu biar ga mual, Mantimo (kata dokter Willy kayak antimo versi ampuh). Setengah jam pertama masih kuat denger ko Willy dan bang Jek nyanyiin lagu-lagu kebangsaan ala 17an. Berikutnya, gw mulai ngefly kayak abis ngenyot aibon, lalu mulai jatuh terkulai dalam kapal yang terombang-ambing ombak Laut Jawa. #sadis Suasana mulai up and down, literally. Karena kami lagi ditengah laut. Lalu TIBA-TIBA *jegerrr jegerrr* mesinnya mati saudara-saudara!!! APA-APAAN INI!!! *kaget maksimal* Mesinnya rusak aja doeloeee. Cobak! Cobaaakkk!!! Apa ga makin trauma gw sama perjalanan laut?!!! Akhirnya ada kapal yang isinya orang-orang mancing mania Trans7 yang bisa kita tumpangi ke Pulau Peucang. Dengan usaha mengirit napas karena banyak yang ngerokok di kapal, kami sampai juga di Pulau Peucang.

Acara pertama, bahkan sebelum menginjak daratan, adalah foto-foto di dek. Hahaha... Lalu berikutnya setelah menginjak daratan adalah... Foto-foto di pantai. HAHAHA... Abis itu ya ngikutin aja acaranya. Games bikin menara pasir, berenang-renang ditepi pantai, main bola lawan bang jek (dem kalah gw =.=), sampe makan dan nyanyi-nyayi gila bareng. So fun. :D

Beauty and The Beach
Depan Dermaga Pulau Peucang

Hari pertama di Pulau Peucang kami harus membiasakan diri dengan monyet liar yang lebih mahir dari jambret ibukota. Meleng dikit makanan lewat. Terus ada gerombolan babi hutan yang rakus dan berhasil ngunyah telunjuk ci Yelo. Ada juga rusa-rusa unyuw yang membuat jamban tak jauh dari ruang makan kami. So nature. Walaupun gw ga suka tempat menginapnya dan terlebih kamar mandinya yang super duper jorok banget, tapi keindahan alamnya membayar semuanya. Beautiful white-sand beach and a clear blue sea, fresh green amazing forest, fascinating rock cliff, duh pokoknya emeeejing deh pemandangannya. Bikin mulut ternganga dan mata berbinar-binar.

Yang paling gw suka mungkin hutannya yah, yang misahin dua pantai. Kayak di pelem twilight gitu deh. Suara-suara binatang yang ga jelas binatangnya dimana, suara daun ketiup angin yang kayak suara air terjun, pohon-pohonnya tinggi menjulang berdaun lebat tapi ga ada kesan spooky karena ada cukup cahaya yang masuk, dan temen-temen yang asik membuat perjalanan satu setengah jam ga berasa cape. :)


The Forest - Pretty Eve Lisna Rina - ps: kami bukan girlband.

Rock Cliff - with cik Mery

Celah diantara karang. Apa deh namanya? *Geografi kena SP*

Karang bolong saat air surut

Padang penggembalaan - titik ujung pulau Jawa (katanya)

It was fun yet tiring vacation. And the time to share stories that finally revealed is somehow precious. Also the moment when feelings, thought, and faith collide eachother. It's about to move on. It's about to let go. It's about to face the truth and hold on faith. And it's about to know yourself before starting to take a step ahead. When God says wait, it will worth a waiting. :')

Smooch,
eVe~

Transformation

Do you believe in transformation?

Well...

I do. :)

My last year on high school - 2007
Early year in University - 2008 

Birthday - 29 June 2009

Mid year at University - end 2009

Birthday - 29 June 2010

After final thesis presentation - Feb 2011

First time as worker - 2011

Birthday - 29 June 2011

Birthday - 29 June 2012

Office hangout - August 2012


Do you believe in transformation?

Pramuka Island - January 2013

I do.... :)

MC at Kristoforus Mencari Bakat - 9 June 2013

With the Judges and Team :)

I Really Do... (:

Owmaygawd! =))



Smooch,
eVe~

On The Boarding Room

 This is my very first office trip with the managers.
My very first flight since I was 4 years old.
My very first work to Semarang and Cirebon.
What an experience. (..⌣́﹏⌣̀..)

2013 sungguh adalah tahun yang bener-bener 'pertama' buat gw.

1 Januari 2013, my very first prayer with mom and dad. Pertama kalinya dalam hidup gw, dimana gw memimpin doa syafaat di keluarga gw di malam tahun baru. Deg-degannya luar biasa. Tapi katanya kalo deg-degan berarti Roh Kudus sedang bekerja. *tsahhh* It was a very very very most beautiful time in my life so far. When finally we forgive each other :)

11 Januari 2013 gw pertama kali snorkling di tengah laut yang ganas. Oke, lebay. Tapi buat gw daripada disuruh berenang di laut lepas mending gw motekin toge sekilo buat mama masak. Gw bisa berenang tapi gw ga bisa ngapung. Walaupun pake pelampung tapi tetep aja serem. Kalo tiba-tiba gw ditarik hiu atau gurita raksasa gimana? I curse on those sci-fi movies for this thoughts. Nah! Akhirnya gw mengatasi ketakutan gw dengan nyemplung beneran di laut. Ternyata enak. Walau gw tetep serem karena dasarnya ga keliatan. *lo kata kolam* Great experience. :D

Next first experince is, my first live-seeing sunrise after all this 23 years I live. Gosh it was sooo beautiful! Bener-bener indah kayak janji Tuhan. *tsahhh* Maksudnya, sekarang gw tau feelnya lagu JanjiMu sperti fajar pagi hari yang tiada pernah terlambat bersinar. Because the sun will shine no matter what, no matter who, no matter why. :)

And theeen the next first suffocating thing is gw pertama kalinya mempimpin pujian di rapat kesi. Not as smooth as I wish. Ko Tony yg main gitar datang terlambat jadi gw harus memimpin pujian tanpa musik. Dan. Itu. Sulit. Mungkin karena gw masih pemula... *sadface*

NEXT! Tiba-tiba aja gw harus menggantikan Mister Alfon jadi wl di pertemuan tim. Tau berita itu sama rasanya kayak abis kena lempar bola basket di ubun-ubun. And, again, it was not as smooth as I wished. Pemusiknya, again, datang terlambat. Doa gw berantakan. Kurang bisa berprolog. Nyanyian juga berantakan. Untung Roh Kudusnya ga berantakan. Jujur gw sedih. Sedikit kecewa sama diri gw sendiri. Tapi gw ga mau putus asa. Waktu pertama kali gw naik sepeda gw jatoh dan luka-luka di kaki. Kalo saat itu gw brenti naik sepeda maka sampe sekarang gw ga akan bisa naik sepeda. Begitu juga ini, saat gw bilang gw mau dipakai Tuhan, maka gw ga akan putus asa. Gw mau belajar, belajar lagi, dan lagi. Sampai pada saatnya nanti gw bisa bilang sama Tuhan, makasih karena saat gw terjatuh dan terluka Tuhan ga membiarkan gw menyerah. :)

And this is a currently suffocating-heart-attack first experince: bussiness trip. Karena miss Juleha lagi buntiang besar dan miss Marimar on the way resign, gw pun harus menggantikan mereka untuk bussiness trip ini. Sok keren ga sih bussiness trip? Ini tuh maksudnya adalah rapat dengan owner yg meminta pertanggungjawaban wilayah untuk rencana kerja dan realisasinya. Sounds worse than penghakiman terakhir to me. Dan gw bagai domba yang dibawa ke pembantaian. Gw ga tau gimana nanti. In God I trust. *pray*

Smooch,
eVe~

Potongan Kejadian Bodoh Part 5


Happy new year beloved readersss! Telat sebulan biasa lah yaah. *nyegir*

Berjuta-juta tahun lamanya gw ga mampir kesini karena keterbatasan internet dirumah, dan ga lupa kelaknatan browsing di Blackberry, yang menyebabkan gw ga bisa posting anything. :( Padahal kan gadis manis ini ingin sekali menumpahkan perasaannya. *menitihkan air mata anggun*

OKEH! SETOP!

Mari memulai postingan di tahu 2013 ini dengan sesuatu yang fresh, lucu, dan menggemaskan kayak gw. Here it is... *jengjengjengjeng*

POTONGAN KEJADIAN BODOH! *goyang pompom*

Mari kita buka dengan tokoh favorit gw di setiap postingan ini, selain gw sendiri, mamaknya eva :D

Saat sedang dalam perjalanan ke pasar PIK untuk sarapan...

Mama : nanti si koko dibeliin bakmi Ahok aja.
Gw : Alok kali ma. Ahok mah wagub. =.=?

.................................................

Saat training Managerial Behaviour, sang trainer sedang menjelaskan hubungan trend dengan gaya mempimpin...

Trainer : Sekarang udah banyak anak muda tampil. Itu tuh yang cewe-cewe suka pake rok mini. Jellybelle.

Langsung kebayang sekumpulan cewe lagi goyang-goyang kayak jelly.

.................................................

Terkadang nama itu bisa menjadi berkat, atau pun hujat. Namun apalah arti sebuah nama. *tsahhh*

Oco : Eh serius nama lo Sukanto?
Suki : Iya emang Sukanto.
Oco : *merasa ga rela panggil* Masa Sukanto? Nama panjang lo apa??
Suki : Sukantoooooooooooooooooooooooo.

.................................................

Ini adalah perbincangan absurd antara seorang gadis lugu dan kece yang memutuskan untuk naik ojek ditengah perjalanan pulang karena macetnya jalanan uda kayak koneksi internet gw saat ini. *sekalian curhat*

Gw : *menatap tepat dimata* Bang.... Samsat yuk...
Ojek : *mengangguk mengerti* Yuk...


You think you stupid? Give thanks. Because it means God just gives you reasons to laugh at yourself.
:)

Link Potongan Kejadian Bodoh Part 4

Smooch,
eVe

Derita Membawa Nikmat


Diet sucksss!!!

I (finally) currently joining a diet competition. FINALLY FOR MORE THAN 23 YEARS I'VE BEEN IN 'THIS' SITUATION I NOW CAN TELL THE WORLD I AM ON A DIET. EVE IS ON HER DIET. HA!! *injek-injek capslock*

Ini baru hari ke-15. How do I feel? Awalnya gw sangat-sangat setres karena nantinya gw akan dipajang sebagai 'peserta diet competiton' atau yang lebih terdengar seperti 'lihat ini cewek gendut'. Tapi gw ga bisa mundur. Dan gw ga mau nyerah gitu aja. Gw udah terlanjur basah ikut kompetisi edan ini jadi ya daripada disesali mending dinikmati. Yagayagayaga?

Selama 15 hari ini gw ngikutin training seminggu 2 kali. Ga cuma itu gw juga ngikutin saran diet dari dokter gizi bernama Eva Kurniawati (Hmm, is it me or that name sounds familiar?). Dan setelah mengalami siksaan berat dari personal trainer IBLIS itu *tariknapasbuang* gw pun berhasil turun 2 kilo. Mari tepuk tangan sambil bilang wauw. Tapi sayangnya body fat gw naik 4%. HOW DARE YOU FAT!!!

Arrrghhh gawd! Gw sebel banget. Dua minggu gw makan kayak orang ngutang, masa bisa-bisanya gw naik 4%. Kata si Edi (PT) yg ngukur gw kemaren mungkin waktu pertama kali gw ngukur itu salah setting. Jadi kecatetnya segitu. Masuk akal sih. Tapi kan tetep aja bikin depresi cyiiinnn naik 4%. Gw uda tersiksa, tangan perut kaki sakit-sakit, makan ga nikmat, merelakan ga makan molen kartika sari (GAWD THAT'S HARD!!!) dan lalu bodyfat gw naik! 4%! APA-APAAN ITU?! *banting gelas tujuh rupa*

Gw merana nih. Masa tadi yang lain pada makan steak gw makannya brokoli cah bawang putih. Uhu uhu uhuuuuuuu........ Jahat. Diet itu jahat. Sungguh. Gw sebel banget. Ini biadab.

DIET SUCKSSSSSSS!!!!!!


Supersad,
eVe~

Cuma pengen curhat

Apalah gunanya sebuah blog jika tidak bisa menggalau didalamnya. Benar? Benar donk.

Yuk mari let's go.

Dulu gw sempet mikir, mau dibawa kemana tema blog gw. Pernah pengen jadiin blog gw jadi blog IT tapi gw merasa ga pantes saat gw sadar gw ga tau dimana letak VGA dalam CPU gw. Pernah kepikiran mau dijadiin food blog. Tapi gw bukan food adventurer. Agak ga napsuin aja kalo postingannya nanti cuma menu-menu warteg senin sampe sabtu (minggu libur). Sangat tidak pernah kepikiran buat bikin fashion blog. Gw jelas ga fashionable, atau kalau sendal jepit, celana pendek robek, dan kaos kegedean itu dibilang trendy yah, boleh lah bilang gw fashionable. Gw memutar otak. Gw suka nulis. Rasanya sayang kalo ga dilimpahkan kemana-mana.

Satu hal yang gw jago banget nih. Sungguh bukan sombong. Gw jago galau. Tsahhh, gw. Bahkan sebelum kata 'galau' booming di Indonesia gw rasa gw sering banget bergalau. Intinya bukan karena gw keracunan cairan melanchole di kelenjar gw (ga ngerti? Cupu lo. *nyolot*) Gw cuma merasa lebih asoy menuturkan sesuatu lewat bahasa tulisan. Bukan karena gw ga bisa verbal. Tapi gw kalo uda ngomong suka lupa bedain antara rem sama gas. Jadi kadang suka kecelakaan sendiri. Daripada bunuh diri mending diam. Ya ga? Ngerti ga? Ga? Cupu lo.

I really like talking about God. :) I'm not a holy one, I know. It's just I can't help not to mention HIM in every aspec of my stories. More over HE is always there in my life. So apalagi yg bisa gw bicarakan. :p

Currently I am trying to join a Catholic charismatic community for youth in Paroki Kristoforus. That is what I ask God, to let me serve HIM with every talent HE gives me. And there HE lead me. HE brought me there in a very interesting way. HE opened a chance for me THERE, not in another place I thought I would be more growing at. Today I can tell you why HE put me there. HE wants me to learn how to be humble, learn how to love others and be loved by others in whatever condition, learn that I suppose to be small while HE suppose to be big in everything I do, learn to know that life is not a journey without map, but life is jigsaw puzzle in the hands of GOD. Every part placed in purpose to make a great picture.

Now I feel like a doughnut. God throw me up and then put me down harder and harder, over and over. The process hurts. Sometimes I think I would break. But till now I'm not. Because God knows how elastic I am. Guess what, HE is The One who made me. No wonder eh? :) One day when I'm ready to be baked I will be a very delicious doughnut made by The Greatest Chef, God.

Till then, I just have to trust my Creator, ain't I? :)

Do you?

Smooch,
eVe~

PMS Part 2


AAARRRRRGGHHHHHHHHH...............

Warning: PMS berkepanjangan adalah sumber dari segala kejatuhan rohani. *ngekkk*

*tariknapasbuang*

Bete. Tiba-tiba kesel sama apapun yang terjadi di sekeliling gue. PMS. Positif. =.=

Menurut gue, Tuhan bener-bener maha besar. Tuhan bisa menciptakan jagat raya berserta isinya. Itu baru yang gede-gedenya doang. Saat menciptakan manusia Tuhan bener-bener detil. Katup jantung bisa buka tutup sendirilah. Neuron otak bisa bekerja ga brenti-brenti. Dan dari segala ke-maha-ciptaan-Nya ini adalah satu yang paling sering mengganggu wanita disaat-saat tertentu. Hormon estrogen. Bukan jelek sih tuh hormon. Cuma efeknya aja yang kadang suka ga bener. Misalnya pada saat ini, saat gw pengen banget menempeleng kepala bos gue dengan gada hanoman.

Gue ga tau apakah 'mahluk-mahluk' menyebalkan selalu keluar pada saat orang PMS atau sebenernya tuh mahluk pada hakekatnya emang udah ada. Tapi di deket-deket masanya cewe mau datang bulan selaluuu aja ada 'mahluk-mahluk' semacam itu bergentayangan. YA GA SIH GIRLS???? *rolling eyes kibas poni* Kemaren gw sebelnya bukan main sampe pengen jambak-jambak orang waktu liat pintu kamar gue dibiarkan terbuka begitu saja saat gue pulang kerja. Untung si ,ba, yang merupakan tersangka utama kasus ini, tidak ada. Kalo dia ada di TKP gue udah ga ngerti apa yang akan terjadi dengannya. Bisa luka batin dia nanti sama kata-kata gue. Aww.

Kemarennya lagi si bos juga nyebelin. (atau emang bos gue nyebelin setiap saat ya?) Karena rapat tiga tahunan yang sedang dilaksanakan tiap tahun di kantor gue yang besar dan megah ini, semua orang jadi super heboh. Minggu lalu bu manajer gue sampe pulang jam tiga pagi. Jam tiga pagi saudara-saudara!!! Itu nyiapin data apa nonton bola?! Ga heran badan si ibu kecil kurus bertulang tak berlemak jenuh. Ihhh... Ga kayak gue. *teruskenapa*

'mahluk-mahluk' gaib lainnya termasuk rekan kerja gue yang, menurut  gue, lebih cocok jadi operator phone-sex karena getar suara duh ganggu banget deh pokoknya. Diamnya gue mengisyaratkan gue lagi ga pengen ngomong, ga pengan diajak ngomong, dan ga pengen SETIAP HARI ditanyain 'lo kenapa va?' GUE LAGI PMS! PAHAM LO?! GA USAH NANYA-NANYA!! *ngosngosan*

Ya Tuhan dosa banget deh ini. Tapi sesungguhnya lebih baik gue nulis daripada gue maki-maki orang yang ada di depan-belakang-samping kiri-samping kanan gue. Eh minus samping kanan deh. *ngelirik ruang MD di sebelah kanan*

Maap ya readers. Tapi my blog my baskom. Ga suka jangan baca. Kalo suka boleh komen. Ihik ihik ihik... Yukkk masri cyinnn... *ciyum*


Smooch,
eVe

23. Telat. But. Whatever. :)


Thank God. It's been 23 years and His love for me hasn't changed a bit. :)

Well, um... 23. Yeah. You know.

I always feel anthusiastic on my birthday. Seperti yg sudah-sudah, gw senang dapat ucapan selamat ulang tahun dan doa dari orang-orang. Dapet ucapan kayak gitu means a lot for me. It feels like I am sooo blessed. Well, I am so blessed karena banyak yg doain gw di hari ulang tahun gw. Senangnyaaa. I need no cake. I need no gifts. I just need my family, friends, and relatives on my birthday. Then I know that God has given me such a great 23 years to live. :)

Jadi 29 Juni di pagi hari saya sudah dapat banyak ucapan baik via bbm, twitter, facebook, maupun yg langsung nyalamin di kantor. Asik asik. Karena ini hari Jumat jadi gw ikut PA dulu, dan BB berbunyi riang tanda banyak BBM masuk. Eaaa ga konsen. After so many 'Happy Birthday Eva' dan cupika-cupiki at the office ditambah dengan ke'hectic'an hari ini karena Miss Juli dan Lia ga masuk, gw jadi bingung membagi pikiran antara itu, kerjaan, itu, ulang tahun, itu, dan itu. *mulai ga jelas* Setelah dibredel dengan telepon dari Dharma dan Miss J, gw pun kembali dari ruang SDA ke meja dengan tergopoh-gopoh. Sebelumnya, ko Donald telepon suruh saya balik ke meja. Katanya ada yg nungguin saya. It's lame trick though. *nyengir* Lalu setelah saya tiba dimeja, saya dihadiahi sebuah kue ulang tahun. Lengkap dengan seluruh personel SDA (Oke ga seluruh. Kurang orang-orang Database) yang bertepuk tangan nyanyi happy birthday. So Happy. :)

Setelah acara foto-foto, potong kue, bagi-bagi kue, kerja, bagi-bagi kue lagi, kerja lagi, gw mulai menyadari time flies and what I wish for today hasn't happened yet. My mood going down down down. Silly me.

Tibalah saatnya karokean di Inul Vista TA. Syalala dumdum. Personil geng Nabo kami kurang Lia yg lagi sakit. Ugh :( Lalu kami pun berdendang riang. Walau awalnya we didn't get the fire. Tapi sungguh sesungguh sungguhnya kalau ga ada orang-orang ini di hari ulang tahun gw, gw yakin gw akan berdiam dikamar dan sedih atas keinginan yg tidak terkabul. So here are my heroes who made my day...

My Meonk, Debbie, Ica, Oco, teman-teman luar biasa. Luar biasa gila maksudnya. Arthur dan Piere, dua orang resek tapi super bisa diandalkan. Kepong si bocah labil. Bang Juned dan Ko Hari yang juga berulang tahun di bulan Juni. Lim yang ([s]nyolot[/s]) polos. Stevanie dan Novita yang memeriahkan suasana dengan lagu-lagu korea dan mandarinnya. Asoy. And after we sing THEY GIVE ME ANOTHER CAKE! =)) AND A PRESENT. Yippieee... Omo omo omo... God loves me so much He gives me very good friends. Superhappy. :)

Makasih kadonya kawan. Terlebih, makasih uda jadi kado terindah di hari ulang tahun gw. :')

Oh ya. Disela-sela ngerjain kerjaan yang bertumpuk kayak lemak disekitar perut gw I got a very good wishes from someone. And here is the winner of Eve's 23rd birthday wishes...

Ko Deddy Fredy :)

"Happy Birthday... Semoga diberi umur lebih untuk bisa bersyukur.. diberi rejeki lebih untuk bisa jadi berkat buat orang lain.. dan diberi kesehatan yang cukup untuk bisa menikmati karunia Allah.. GBU.."

I will never forget the beautiful wishes. Thanks, Ko. :)


Smooch,
eVe

Ada kalanya

Ada kalanya orang pengen sendiri. Jauh dari keramaian. Bengong. Diem. Merem. Dan ga semua kebengongan berakar pada kegalauan.

Hari ini gw amat teramat sangat ngantuk sekali. Efek minggu subuh nonton Jerman - Portugal dan baru sempet tidur 2 jam lalu diculik mama buat makan soto mie di gang macan. Setelah itu pun gw beraktifitas seharian penuh di fellowship PD Stefanus. Untung Jerman menang dan Klose senang. Kalo ga gw pasti uda uring-uringan seharian.

Rasanya belom maksimal nih istirahat gw. :(

Speaking of ada kalanya...

Ada kalanya gw sensitif sama setiap omongan orang. Biasanya itu pas lagi pms. Yaknow.. Ada kalanya juga penampilan gw lebih parah dari pembantu rumah tangga. Misalnya pada saat ini. Gw pake baju ijo lumut pudar, celana Mount item bule, jaket Adidas abu-abu gratisan, masker ijo ala Grey's Anatomy, cepit rambut manik-manik, DAN muka beler idung ingusan. Cukup untuk membuat cowo terjelek di kantor gw pun kasian ngeliat penampilan gw. Kalau jabatan dinilai dari penampilan, gw uda diturunkan jadi pembersih toilet (atau malah sikatnya).

Ada kalanya lo ga tau kenapa lo pengen diem, pengen bengong, dan pengen menjambak rambut orang yang berada disekitar lo. Ada kalanya juga lo harus mengendalikan diri lo dari keinginan liar menyiksa orang-orang resek itu. Ada kalanya... Sungguh ada kalanya gw harus stop nulis seenaknya di blog ini. Kasian para pembaca setia yang pasti sekarang sedang menganggap gw lagi kesurupan arwah ABG labil goyang pinggul.

Hhh.. *menghela napas* Begitulah hidup.. *ga nyambung*

Who cares?

Smooch,
eVe~

Just the way you are :)

Kapan gw pernah memulai postingan gw dengan kalimat bersemangat? Ga pernah? Jarang? Emang. Dan kali ini juga ga pengen nulis yang semangat semangat.

I like the moon. And also the moon guy. *prettt* But from all the kind of moon I love full moon the most. Full moon selalu keliatan bagus apalagi kalau langit lagi cerah. Bukan karena gw keracunan film vampir vs manusia serigala yang berbody sixpack. Tapi full moon itu punya keindahan dan daya tarik tersendiri buat gw. Bulet dan cemerlang. Rasanya beda aja kalau ada dia. *dia siapa, Va?* *plakkk*

Malam beberapa hari yang lalu dilangit cuma ada satu bintang. Seolah tu bintang lagi menikmati waktu berdua aja sama si bulan. Soswit banget sih mereka. Bikin iri. *lah???* Tolong ijinkan gw menggelinjang sejenak. Oke lanjut. Tepat kemaren gw liat bulannya setengah. Half moon. Burem. Butek. Mendung pula langitnya. Baru aja ngeluarin statement ih-gw-ga-suka-sama-bulannya, gw uda tertampar dengan sendirinya. Bulan di bumi cuma satu. Kadang dia fullmoon, kadang halfmoon, kadang cresent, atau bahkan kadang ga keliatan. Apapun bentuknya itu tetap bulan yang sama. Jadi kenapa gw cuma suka sama fullmoon? Kenapa gw cuma suka sama bentuknya dan bukan sama bulannya?

Ibarat suka sama seseorang. Kadang kita suka saat dia terlihat baik dimata kita. Tapi saat buruk, kita ga suka, ga terima. Padahal itu orang yang sama. Seringnya sih kita liat dari packagingnya. Kalo lagi pake baju yg pas banget sama eventnya dan bikin dia keliatan oke banget atau gaya rambutnya lagi lumayan keren baru deh rasanya pengen ajak ngobrooolll terus. Tapi saat dia lagi biasa-biasa aja ya... udah, biasa aja. Seperlunya aja. What a human. Padahal dibalik packaging yang berbeda itu ada kepribadian yang sama loh, people. Do I sound like a girl magz writer pengisi kolom kepribadian? Duh.

Wajar. Eh, wajar ga tuh? Ga ah ga wajar. *labil* Now I do learn to love the moon. Not only the shape of the moon. Gw tau gw harus suka sama bulan yang cuma separo atau yang sipit kayak mata orang cina. Walaupun gw paling suka saat bulannya lagi bulet terang benderang. Just like if you imply it to people. Love the person you like, just the way he/she is. Not just when they look good on your eyes. :)

I've written bout moon guy before. My moon guy. Hmm... Used to. *grind* I wonder why I can always get close to a moon guy. Well, everyone does, Va. Ga usah sok special deh. *jadi curhat* Bukan itu harusnya yg gw highlight. Harusnya gini, I can always get close to anyone. Just anyone. That makes me think. Am I... A moon girl? (⊙▂⊙)

Abaikan.

Smooch,
eVe~

Minus Two

Here I am. Sitting on a silver bench at Trans Jakarta shelter. Abis ngegym. Cape bo. Hampir dua minggu ga nyentuh gym ternyata bikin badan mati otot. Lemak terasa tertimbun kayak harta karun suku fakfak. Sekalinya mulai gym lagi badan gw kayak abis dikasi boraks. *errr.. Boraks?*

Gym hari ini dimulai dengan ritual paling sehat... MAKAN YOSHINOYA. *guiltypleasure* Maaf saya lapar. *tersipu* Sampe di gym gw cuma bisa treadmil santai 30 menit karena takut sapi Yoshinoya nya jumpalitan di perut. Ritual diikuti dengan 3 set sit up, dan 3 set latihan kaki tangan. Hasilnya? Gw hampir ga bisa jalan. Untung rumah gw jauh. Kalo ga gw uda nekad ngesot. *seriously*

Hampir 2 minggu lamanya gw ga bisa nyentuh gym karena satu dan lain hal. Kebanyakan alasannya karena gw lagi terlibat di acara-acara gereja. Entah baksos lah, atau apa lah. Tadi gw memandangi timbangan dengan galaw. Apa jadinya berat gw setelah 2 minggu ga gym? Apa yg harus gw lakukan kalau jarumnya terus naik kayak spedometer mobil di film Fast Furious? Bagaimana aku harus mempertanggungjawabkannya pada ayah dan ibuku? Haruskah ku lari ke hutan belok ke pantai?

*tariknapasbuang*

Singkat cerita, dengan semua perasaan galaw gw, gw melangkah menaiki timbangan. Dengan mulut komat-kamit baca doa meringankan tubuh, gw mulai melirik jarum yang kian menanjak. Dug dig dag dig dug... Dan... Stop. Jarumnya brenti. Gw terpana. Sepertiga tak percaya. Mataku terbelalak menatapnya. *plakkkk kelamaan*

GW TURUN DUA KILO AJA DOELOE MAMEEENNN. YOIII CYIIINNN DUA KILO. Dua kilo itu kalo daging sapi seharga 180an ribu lah ya. *ngewave* *ngebreak* *ngehang* *keram*

Benar apa yang dikatakan firman Tuhan. Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka segalanya akan ditambahkan kepadamu. Atau dalam hal ini, dikurangkan. MUAHAHAHAHA... Asik asik. Maintain ah. Biar ga naik lagi. :)

Naik busway adalah ngegym paling murah yang pernah ada. Pertama gw harus jalan dari CL ke halte busway Jelambar, setara treadmil dengan tingkat elevasi kira-kira 5 dan kecepatan 4. Di dalam buswe lo harus bisa streching untuk bisa megang handgrip nya. Setelah itu lo harus mengencangkan otot tangan kalau sopirnya riba-tiba ngerem atau tiba-tiba ngegas tanpa basa-basi. Kalau buswaynya penuh lo harus belajar melenturkan tubuh untuk nyelip-nyelip biar bisa dapet posisi enak atau biar bisa keluar sebelum buswaynya jalan. Belum lagi kalau isinya abang-abang beraroma. Lo bisa sekalian latihan pernapasan. Tarik perlahan, tahan napas, buang pelan-pelan, ulangi sampai tiba dihalte tujuan. Nah kalau lagi beruntung dapet busway yang sepi lo bisa rileksasi sambil mendengarkan musik dari HP pribadi atau dari radio yang disetel sopirnya. Mudah dan murah bukan? :D

Yes. I. Am. So. Friggin. Tired. Now.

Jadi marilah kita tidur. Mimpi indah, readers! *kedip*

Smooch,
eVe~

L(O)IVE

Happy Monday readers!!

Semangat? Harus. Seperti mentari yang beberapa waktu belakangan ini terlalu semangat untuk bersinar. Panas ya boo. *lap keringet*

FYI, currently gw sedang berada di depan monitor kantor, mengetik postingan ini di Notepad dengan window gw setting 10x10 cm. Jadi agak curek dikit bacanya nih. Semoga ga salah ketik yah. Karena terlalu banyak problema romantika kehidupan jadi gw ga tahan gitu mau muntahin semuanya di situs asoy berbasis blog ini. Agak najis bukan bahasa gw? Abaikan.

So, speaking of problemo. Gw yakin manusia itu punya kemampuan yang terbatas. Dan mau lo percaya atau gak mengenai keberadaan Tuhan, gw yakin disaat lo tertekan, merasa ga berdaya, lo pasti butuh suatu kuasa yang lebih besar dari kuasa manusia. Whatever it is. Well, this happen to me. Bukan sok mau ngomongin hal yang too much glory glory halelujah. Tapi dalam hidup gw, yang gw alamin adalah Tuhan punya rencana luar biasa diluar apa yang bisa gw pikirin.

Menjadi seorang pengagum rahasia itu akan membuat hidup lo jadi kayak berkisar dari seputar dia lagi dia lagi. Right? Begitu juga yang pernah gw rasain. Sebut saja pria ini bernama 'pria'. Sejak pertama kali gw sadar akan kehadirannya si pria ini udah cukup menarik. Karena ini bukan blog curhat ala ABG labil yang suka ngisep lem aibon sambil nonton film korea jadi gw skip aja yah kisah kasih nya. Singkat cerita gw cuma bisa berdoa biar ada jalan buat gw setidaknya mengenal si pria. Karena intensitas ketemu gw cukup singkat namun sering, ehm maksudnya hampir setiap hari ketemu tapi cuma sebentaran, gw pun susah donk berinteraksi sama dia. Apalagi si pria suka ngumpul bareng temen-temennya yang sama sekali ga gw kenal (ya iyalah!). Sepuluh bulan berlalu. He's not just the man I met and I crushed into. He's the man I asked God to be with.

Katanya Tuhan menjawab doa dengan tiga jawaban, He says yes and give you what you want, He says wait and give you something better, He says no and give you the best. Setelah sepuluh bulan memendam rasa, ibu-ibu hamil aja kalah, gw pun bisa berinteraksi sama si pria. Somehow ada aja event yang buat gw bisa ngomong dan nanya-nanya ke dia. Is it a yes? I wished. Dan setelah dipuaskan dengan euphoria kedekatan yang baru saja ini gw pun jatuh kepeleset keinjek gorila sambil dikencingin kucing. Ternyata dia baru aja jadian. God does answer my prayer. I just never think how to handle a 'no'.
Yaudahlah.

A 'no' is a 'no'. Gosh, lame banget ni postingan cyin. You know, I hate curcol. Moreover, I hate myself for having such ability to curcol here.


"Terkadang, dibalik 'yaudahlah' tersimpan banyak rasa yang sulit diungkapkan dan pikiran yang terlalu banyak dipendam" - status Twitter beberapa hari yang lalu.

Smooch,
eVe

Pamer

Oh my freakin god. Berapa lama deh gue ga online? Berminggu-minggu? Lebih!

Dan disinilah gue. Duduk diam diseimuti dinginnya AC di J.CO Mall Ciputra. Niat hati ingin gym. Namun akhirnya ga sanggup berpisah dengan teman kencan gue, Photoshop. Well, setelah sekian lama ga pegang-pegang my baby, akhirnya muncullah satu karya yang lumayan. Lumayan simple. Lumayan lah ga jelek-jelek amat. Masih pake eve style. Mari pamer hasil karya... Ihiy...



Sekian ah. Ini emang mau pamer. Hahaha... Nantikan postingan selanjutnya. *emang ada yang menanti, Va?*

Don't talk to me about love

Love is when you can smile counting the days to his birthday.

Love is when you feel happy just because he's in the same room with you.

Love is when you get stomachache just by hearing his name talked or seeing his picture on facebook.

Love is when you pray for his happiness.... Though his being happy hurts you.

Tigabelas Desember Duaribusebelas

 *about waiting*

Gw kurang suka nunggu. Nunggu ujan reda, nunggu masakan mateng, nunggu jemputan, nungguin orang yang dateng telat. Tapi yang lebih parah dari nungguin semua itu adalah nungguin sesuatu yang ga pasti. Makanan pasti mateng, ujan pasti reda, jemputan dan temen janjian pasti dateng. Tapi kalo sesuatu yang ga pasti hadir mau sampai kapan nunggunya? Kapan berakhirnya? Apa yang harus dilakukan selama nunggu? Dan pertanyaan bernilai 1 milyar kita adalah... Apakah yang ditunggu itu akan datang? *eaaa*

Jadi apa gunanya nungguin sesuatu yg ga pasti? Bukannya itu cuma buang-buang waktu? Atau cuma semacam gambling? Dan kenapa ini jadi kalimat tanya semua? Emangnya asik kalo nanya terus? Kalo dilanjutin siapa yang jawab coba? *jedugggg ditabok bencong*

Alasan mengapa gw bisa posting tentang menunggu bukan karena lagi galau nungguin someone special. Ini murni semata-mata karena gw lagi nungguin bunda baik hati yang rumahnya searah sama gw. Jadi bisa nebeng. Ga special-special banget. Dan thanks to the falling rain yang membuat gw tambah lancar ngemellownya. Ihiy.

*at the gym*

I do enjoy being alone. Kadang saat sendirian itu lebih asik dari pada rame-rame. Misalnya waktu boker. Ga asik aja selobang rame-rame. Juga waktu ML. Kan ga asik kalo... *plakkkk*
Intinya some moments are sometimes better shared alone. Alone doesn't always mean lonely. I hate lonliness. Sekarang gw sedang enjoy my time at the gym. Tapi kadang untuk beberapa orang sendirian sounds like hell. Ga dosa juga sih ngerasa kayak gitu. But I'm glad I'm not one of those.

*being small*

Hey you small beings. Why don't you look at me and smile?
~heartvoicenotsolongago

Karena gw terlahir dengan 'besar'nya anugrah Tuhan, gw sering kagum sama orang-orang 'kecil'. Literally. Maksud gw, orang-orang bertubuh kecil. Gw sering menyebut sikap ini sebagai 'pemerhati orang-orang kecil' *nyengir*

I'm not alone. Sepengetahuan gw ada juga temen gw yang termasuk pemerhati 'orang-orang kecil'. Jadilah kami mendata 'orang-orang kecil' di lingkungan sekitar. Jangan protes. If you're one of them, mungkin kalian uda masuk itungan sensus kami. *kasi jempol*

*at the TransJakarta*

Pulang dari CL gw memutuskan untuk naik buswe daripada naik mobil aduhai yang bisa jadi casting Fast and Furious bernama Kopaja. Jadilah gw gym part 2: jalan dari CL menuju halte buswe terdekat. Asik. Sampe haltenya pas-pasan sama buswe arah kalideres dateng. Gw pun langsung melompat masuk ke dalem bus dengan gaya Angelina Jolie di film Tomb Raider.

Sesaat kemudian gw mencari pegangan terdekat dan buswe pun meluncur seksi di jalurnya. Mata gw menyapu seisi buswe. Ada yang aneh. Bukan karena isi buswenya itu kesebelasan nasional Jerman. Bukan. Isinya cuma abang-abang bau ketek sepulang kerja. (God! Do I sound like I'm familiar with 'it'? Aarrgh!!) Tapi keanehan itu karena saat gw memandang berkeliling gw disambut dengan tatapan menyelidik dari 1/3 (mas-mas) isi buswe itu. ADA APA INI?!

Gw mulai berasumsi alasan yang memungkinkan. Apakah gw pake baju kebalik? *selidik baju* Nggak. Apa baju gw bolong di ketek? *lirik ketek diam-diam* Nggak juga. Apakah gw pake celana dalam diluar? *lirik bawah* Nggak tuh. Jadi akhirnya gw menarik kesimpulan briliant dari kejadian ini. Pasti karena gw terlalu manis dan kece. Ya you can tell. *rolling eyes, sibak poni, hela napas* *dirajam berjamaah*

*at the bed*

Dan sekarang waktunya gw tidur. Mungkin besok jika beruntung saya akan memposting suatu postingan yang dinanti-nanti pembaca setia... Potongan kejadian bodoh. *nyengir*

Nantikan dan doakan saya mood untuk menulis.


Smooch,
eVe~

Mimpi di siang bolong sore timbul malam tenggelam

 Judulnya najis.

Abaikan.

Currently gw lagi di depan komputer gw, memandangi layar dengan background bukit hijau langit biru ala Windows. Komputer gw bermasalah. Ehm, ralat. Komputer kantor yg gw pakai ini bermasalah. Tiba-tiba disuatu hari yang indah pas gw nyalain eh dia disk checking. Kenapa coba? Ga tau. Akhirnya gw putuskan untuk bilang ke bagian IT soal ini. Ga pengen donk ya gw ngambil kesempatan kerja mereka. HAHA. Ga jelas. Yang pasti akhirnya sekarang komputer gw tanpa basa-basi langsung diremote sama salah seorang dari mereka.

Dari kecil gw diajarin sopan santun sama orang yang lebih tua. Harus panggil cici, koko, tante, om, or whatever. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia gw mulai ga menggunakan panggilan cici dan koko sejak SMA. Karena anak-anak SMA gw juga laknat-laknat. Ga pantes dipanggil cici koko. *dilempar tiang bendera*

Tapi untuk diluar itu gw tetep sopan sama yang lebih tua. Gw sopan. Orang lain juga sopan. Tapi kalo orang lain kelewat sopan, itu lain persoalan.

Pernah ada satu orang baru dikantor gw. Umurnya lebih muda beberapa tahun. Dan setiap ketemu gw dia akan membungkuk 90 derajat sambil menyapa, 'cii...' Lalu pergi. Cukup untuk membuat gw merasa seperti ibu suri di jaman dinasti Ching. Atau Chong. Apalah.

Ada lagi satu orang yang terlampau sopan. Umurnya jauh lebih tua dari gw. Sudah berkeluarga dan punya anak. Dan disuatu pagi yang cerah saat gw lagi ngetem didepan dispenser dia berkata sesuatu yg hampir membuat gw nyemburin air anget ke mukanya. Kira-kira gini bunyinya, 'Misi ci. Mau ambil air.' Sambil nunduk sopan. Щ(˚♊˚щ) whaaaattt!?? Cicik? Bapak lu cicik! Sadar umur woi! Sombrero!

Kejadian yang sama baru saja terjadi. Anak IT bertampang sinchan yang sedang mengurus komputer gw beberapa hari yang lalu gw panggil koko. Ternyata kata temen gw dia seumur sama gw. Gw pun berhenti panggil dia koko. Eeehhh masa dia terus panggil gw cicik! Mpreeett... Jangan panggil gw cicik! Panggil gw... Sayang. HAHAHA NAJIS LO VA! *kunyah kamper*

Intinya! Gw ga suka dipanggil cicik sama yang seumur apalagi yang lebih tua. Aneh banget kali ya bow! Gw juga ga pernah menuntut untuk dipanggil cicik sama yg lebih muda. Tapi gw paling ga suka kalo perlakuan mereka ga sopan. Maaf. Saya tidak gila hormat. Saya hanya menerapkan apa yang keluarga saya ajarkan pada saya sejak kecil.

Speaking of dreaming. Entah mengapa gw hampir selalu mimpi setiap gw tidur dengan intensitas waktu yang lama. Dan entah kenapa juga gw hampir selalu bisa mengingat apa mimpi gw. Dan entah mengapa mimpi gw suka absurd. Penggabungan dari berbagai kejadian dan objek yang gw alami atau pikirkan. Entah mengapa temen-temen gw selalu takjub mendengar gw mimpi melulu. Dan entah mengapa kata entah mengapa enak sekali diucapkan. Entah. Mungkin karena mengapa. *plakkk*

Entah mengapa ini ngedefrag ga selesai-selesai. Entah meng... *jeduggggggg ditabok paspampres*

For me a dream is just a dream. Tapi ada loh orang yang bertanya-tanya soal mimpinya. 'Ih gilak semalem gw mimpi begini itu apa yang maksudnya?' Harus ya mimpi ada maksudnya? *sewot* Gw pernah mimpi diculik westlife. Apakah itu pertanda gw akan menikahi salah satu personilnya? Atau apakah itu pertanda Westlife bubar? ANYWAY ini sedih banget loh Westlife beneran bubar.

Back to topic.

Kalo gw mimpi dikejar setan ga berarti gw akan dapet tugas segambreng keesokan harinya kan. *ketok meja. Serem juga*

Tapi.... Pernah ga lagi doa tiba-tiba terngiang wajah seseorang yang ga pernah lo bayangin sebelumnya? Itu artinya apa ya? *eaaaaaa dia ikutan nanya*

#apakahinipertanda

Smooch,
eVe~

Uniknya Manusia

Semua orang butuh semangat. That's a fact.

Dan lagi-lagi kalimat pembuka gw ga nyambung sama tema postingan. Cih, hina.

Abaikan.

Manusia itu punya satu sifat dasar yang aneh menurut gw. Sebagaimanapun masalah yang kita hadapi, kita akan selalu berpikir masalah kita lebih besar dari orang lain. Padahal mungkin aja masalah kita cuma sekedar lupa bawa kartu absen. Tapi kalau ada temen yang bilang, 'gila gw dateng telat semenit doank disuruh bayar!' Kita pasti langsung nanggepin, 'lo mending! Gw donk lupa bawa kartu absen!' Padahal ga ada yang lebih mending dan ga ada yang lebih buruk juga.

Gw pernah ngerasa muak sama seorang kenalan yang tiap hari kerjaannya selalu mengeluh. Mulai dari masalah kerjaan sampe lupa keramas bisa membuat cerita-cerita hidupnya lebih tragis dari sinetron putri yang tertukar. Kata orang that's what friends are for. Temen yang baik memang harus siap mendengarkan keluh kesah temennya. In good times and bad times. Tapi kalo setiap hari yang lo denger cuma bad times nya dia dan gimana hidupnya adalah hidup yang paling dilematis se-antero Asia Tenggara masih bisa ga lo jadi temen yang baik? Gw? Berusaha sebisa mungkin. *plakkkk* Walaupun pada akhirnya gw selalu ga sabar dan setiap keluh kesahnya yang biasanya akan dia ceritakan kira-kira 3x sehari selalu akan gw akhiri dengan kata, 'terserah lo deh sob'.

Orang-orang kayak gitu kadang bikin males buat diladenin. 

Ada lagi tipe orang yang ga mau kalah kalo cerita. Misalkan gw cerita gini, 'kemaren gw jatoh di hutan pas kemping'. Orang yang ga mau kalah itu akan nanggepin dengan heboh, 'GW JUGA PERNAH JATOH PAS KEMPING!' Ehm, terus kenapa? Dasar 'unik'. ~.~

Orang yang tipe gitu juga bikin males. Karena apapun yang lo ceritain dia paaaasssti pernah ngalamin juga. Dan cerita-ceritanya penuh kehebohan sampe gw ga bisa mencerna orang macam gitu bener-bener punya pengalaman atau cuma pinter ngayal?

Nah ada juga orang kayak gw. Lucu, imut, dan menggemaskan. *plakkkk* Tipe yang ga tahan kalo ga ngeluarin uneg-uneg. THANK GODNESS gw bisa meluapkan segalanya di blog ini. Cos some things are better kept unspoken. Walaupun some things are better kept unwritten also. :p

Udah ah kerja kerja dulu. Yuk mari babay.

Smooch,
eVe~



Dream Job

I'm just finished watching Devil wears Prada. Geez!! It's so last years... In a very positive way.

Freako. Itu film dari jaman gue kelas dua SMA. I repeat, kelas dua SMA. It means udah almost five years ago. Dan gue yang bajigur film ini baru nonton fiilm itu sekarang. Va! Kemane aja lo! Readers, you really need to watch this movie. Seriously.

FYI, currently it's 11.53 pm. Dan gw harus bangun jam 5 subuh buat bersiap pergi ke kantor. Speaking of which, i deadly wanna write this blog as soon as possible.

So, Devil Wears Prada. I'm not in the right time to discuss about this movie. This is not a movie blog anyway. I'll tell a lil. Just a lil. I swear.

Intinya, have you ever think about a dream job. A job that you really wish you had? A job that you can desperately work for it but you just so happy to do it. A job that u can proudly tell your friends and families bout your jobdesc. May be some of you may have. And perhaps some don't. I wasn't.

Dari dulu gw bukan orang yang mudah terobsesi dengan sesuatu. Gw ga punya rencana hidup yang luar biasa seperti yang mungkin sebagian dari cewek-cewek berumur dua puluh miliki. Hidup gw simpel. Gw ga suka mikirin akan jadi apa gw besok. Gw ga pernah tau apa yang jadi obsesi gw. Kebanyakan gw selalu suka dengan segala hal. Makanya saat memilih jurusan di universitas, gw sempet bingung. Gw semepet mau ambil Psikologi, sedikit obsesi dari jaman SMP. Sempet juga mau ambil perhotelan, karena gw lebih suka praktek dari teori. Dan berakhir di Teknik Informatika. Computer Science was not the best choice I ever made. Seriously. I didn't even choose it. Tapi kayaknya ga layak untuk bilang gw nyesel ambil TI. I learned a lot, I met fabulous people, I can do things others may awkwardly know about their computer. Well, gw bukan ahli TI. Tapi setidaknya gw tau.

Right after gw selesai sidang dan dinyatakan lulus, gw terima kesempatan interview di salah satu perusahaan nasional yang cukup besar. Perlu dikatakan gw sama sekali ga punya rencana untuk kerja disana. i didn't even know the job. Nor the company profile. Gw dapet dari temen gw. Bermodalkan asas coba-coba, jadilah gw berkerja disana. Voila. And trust me, it is hell covered with heaven screensaver.

I don't have the rights to judge my job. I know. But this job is 125% not me. Bisa bayangin eva (yang imut dan lucu) yang ga bisa diem, yang banci ekskul waktu jaman sekolah, yang eksis baik di kelas, jurusan, maupun di corporate communication waktu kuliah, yang ga afdol kalo ga jadi panitia dari event bahkan selevel event lokal Gereja setempat, sekarang berakhir dibelakang meja, memandangi komputer dengan layar excel, siap terima e-mail dan telepon permintaan data yang gw bahkan ga tau bagaimana cara dapetnya. Hell-oow? I desperately wanna blow my head off.

Tujuh bulan gw bertahan dengan segala yang ada di so-called-hell. And I don't want to make it forever. Thanks to Devil Wears Prada, that movie knocked me down. To the earth.

This is not what I think myself will be.

Film itu mengisahkan tentang bagaimana si tokoh utama bertahan di kantornya yang kayak neraka, kehilangan relasi dengan sesamanya (teringat CB 2), dan akhirnya menyadari kalau ini bukan dream job nya. One question, kenapa gw baru nonton film itu SEKARANG? Kenapa ga LIMA TAHUN YANG LALU saat gw masih bisa memperjuangkan jurusan gw, dan yeah, tentunya pekerjaan gw. Kenapa? Blaaahh~ Jangan tanya kenapa. You know God hates the question 'why'. *roolingeyes*

FYI, sekarang jam setengah satu pagi. Tapi gw ga akan bisa tidur kalau gw ga lanjut nulis ini.

That movie membawa pencerahan buat gw. I do have dream Job. Everyone does. Semuanya tergantung bagaimana lo berjuang untuk meraih dream job lo. Apa lo akan nyerh sama angin yang membawa lo kemanapun dia mau dan beresiko masuk angin. Atau lo mau kejar apa yang lo cita-citain. Me? Me so sick with this job. And I will definitely go for my dream job. Sekali lagi, kalau Tuhan mengijinkan.

Amen?

Smooch,
eVe~

Disaster

Oke. I'm in a very big problemo.

How can I cut my hair like this?!!! Yang lebih menyakitkan dari salah potong rambut oleh pegawai salon adalah salah potong rambut oleh DIRI SENDIRI!!!

Desperate. I'm doomed. In a very deep shit.

Kisah tragis ini dimulai dari gw yang bego pergi ke salon untuk men-smoothing rambut gw yg uda semi kribo. Selesai smoothing bukan senyuman yang gw tampakkan waktu pertama x liat kaca. Gw meringis. Rambut kribo gw jadi super lurus, menandakan kalau obat smoothingannya sangat topcer. Senang? NGGAK! Rambut gw jadi kayak ilang. Lepek. Abis. Muka gw tiba-tiba tampak seperti babi liar sedang puber efek dari lepeknya rambut gw. Disaster? Not yet.

Merasa belom puas dengan rambut-lepek-muka-babi gw, gw menemukan bahwa poni gw yang tadinya kribo sekarang lurus dan menusuk-nusuk mata gw. Jadi sehari setelah smoothing gw berdiri didepan kaca dengan tangan memegang gunting dan voila... Sukses menggunting poni gw... DENGAN NAJISNYA!!!! Sekarang poni gw ga rata dan super pendek. Apa yang lebih jelek dari rambut-lepek-muka-babi? Ini lebih jelek, rambut-lepek-muka-babi-poni-pantat. TOTAL DISASTER!!!!

Gw ga tau lagi apa yang harus gw lakukan dengan rambut gw. Gw harus sabar menunggu dia panjang lagi. Terutama poni. Gw cuma bisa pasrah menerima cemoohan orang-prang sekantor. Yang lebih parah lagi, gw uda ga bisa menampakkan wajah didepan 'you-know-who'. Gw. Dalam. Masalah. Besar.

Sekarang siapapun yang ngeliat gw akan menampilkan ekspresi jijik ngeliat kolaborasi poni rambut dan muka gw. Ada temen2 yg coba menghibur gw. Tapi maaf teman, cobaan ini terlalu berat buat gw. 12 tahun yang lalu gw pernah salah potong rambut juga. DUA BELAS TAAAHUUNN YANG LALUUU!!! I have no idea that 12 tahun setelahnya gw akan mengalami hal yang sama. Kali ini, lebih dasyat efeknya.

Apa yang harus gw lakukan? Apa gw harus resign dari kantor dan mengurung diri selama 2 bulan sampai rambut ini tumbuh? Apa gw harus pake wig? Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai? Gimana cara gw menghadapi orang-orang sekitar? Gimana cara gw tampil di depan 'you-know-who' dengan keadaan seperti ini. Gw bisa bayangkan dia tertegun menatap gw (which is yg selama ini gw harapkan) mengangkat tangan menunjuk wajah gw (yg akan membuat gw terpana) dan tertawa terbahak-bahak (yg akan membuat gw bunuh diri).

God, waktu emang ga bisa diputer balik. Waktu juga ga bisa dipercepat. Jadi selama gw harus menjalani cobaan dari ketololan gw ini, God, give me strength, please?

Smooch,
eVe berambut cupu~